Hallonusantara.com || CIANJUR – Tingginya intensitas hujan pada hari Minggu (26/03/2023) yang dimulai sekitar sore dan tak berhenti hingga malam di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang merusakan lahan pertanian milik masyarakat. Diketahui juga banjir menyebabkan putusnya sebuah Jembatan penghubung dua Kampung di Desa tersebut.
Dari keterangan Ketua RT 01/08 Kampung Bojong, yang bernama Dewi dan kebetulan tinggal di lokasi tersebut. Pada hari Minggu sore curah hujan tidak henti-hentinya mengakibatkan terjadinya banjir bandang sekitar pukul 4.30 wib.
“Merusakkan lahan pertanian masyarakat yang berada di aliran sungai sekitar lokasi itu, juga menyebabkan putusnya Jembatan Ciputri yang menghubungkan antara dua kampung Bojong Rt 01/08 kampung Cikanyere yang selalu dipergunakan oleh masyarakat sekitarnya untuk membawa hasil hutan dan hasil pertanian di daerah tersebut,” tuturnya.
Senada diucapkan Kepala Desa Pakuwon Haji Abdullah, Jembatan Ciputri terputus karena banjir yang menerjang dampak hujan curah yang sangat tinggi di wilayahnya. Walau tidak ada korban jiwa, namun kerugian dari kejadian tersebut Kades menaksir hingga juta’an rupiah.
“Putusnya jembatan ini mengakibatkan kerugian jembatan sekitar 400 jt, dan15 Ha sawah siap panen, 7 ekor domba, 1rumah rusak berat, 7 rumah rusak ringan,” ungkapnya
Adapun, Camat Sukaresmi Latif Ridwan, dalam keterangannya saat menyambangi lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, kita masih bersyukur terjadinya banjir bandang tersebut tidak ada menelan korban jiwa, akan tetapi ada kerugian materi yang dialami oleh warga di sekitar aliran sungai tersebut. Dan tentunya segara akan diganti dan dibangun secepat mungkin,” tandasnya. (Bet)













