BencanaPeristiwa

Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara–Maluku Utara, Pemerintah Kerahkan BNPB dan Basarnas Percepat Evakuasi Korban

94
×

Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara–Maluku Utara, Pemerintah Kerahkan BNPB dan Basarnas Percepat Evakuasi Korban

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Jakarta – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026). Pratikno, selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, memimpin langsung rapat koordinasi nasional untuk mempercepat penanganan darurat gempa, evakuasi korban, dan pemulihan masyarakat terdampak.

Dalam rapat koordinasi penanganan bencana nasional tersebut, Menko PMK menegaskan seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah harus bergerak cepat menjalankan instruksi Presiden RI dengan fokus utama pada keselamatan jiwa, evakuasi korban gempa, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di wilayah terdampak.

Sebagai langkah strategis, Menko PMK memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, untuk segera turun langsung ke lokasi bencana guna memimpin operasi tanggap darurat gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Selain itu, pemerintah juga memastikan Dana Siap Pakai (DSP) untuk daerah yang menetapkan status tanggap darurat bencana dapat segera disalurkan tanpa hambatan administrasi, agar proses penanganan korban gempa dan distribusi bantuan logistik berjalan cepat.

“Keselamatan manusia menjadi prioritas utama. Evakuasi korban harus dilakukan secepat mungkin dan seluruh korban harus mendapatkan pelayanan terbaik,” tegas Menko PMK, dikutip dari laman resmi InfoPublik.id, Sabtu (4/4/2026).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala BNPB langsung mengoordinasikan operasi tanggap darurat gempa bumi bersama pimpinan kementerian dan lembaga terkait dari kantor pusat BNPB di Jakarta.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik M7,6 berpusat di laut sekitar 132 kilometer barat laut Kota Ternate dengan kedalaman 33 kilometer. Hingga siang hari, aktivitas gempa susulan masih terus tercatat oleh sensor seismik BMKG.

Guncangan gempa tercatat mencapai skala V–VI MMI di Kota Ternate dan IV–V MMI di Kota Manado, menyebabkan kerusakan bangunan publik, fasilitas kesehatan, serta rumah warga di sejumlah wilayah terdampak.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, melaporkan satu warga meninggal dunia serta kerusakan berat pada Gedung Olahraga KONI Sario di Kota Manado akibat kuatnya guncangan gempa.

Laporan dari Komando Resor Militer 131/Santiago juga menyebutkan kerusakan pada salah satu rumah sakit di Manado, termasuk pecahnya kaca ruang ICU dan runtuhnya sebagian tembok bangunan. Sebanyak 40 pasien terpaksa dievakuasi ke area aman karena trauma dan kekhawatiran gempa susulan.

Di wilayah Ternate, BPBD Provinsi Maluku Utara mencatat kerusakan signifikan di Kecamatan Batang Dua, meliputi lima rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta empat bangunan gereja yang mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, melaporkan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan serta fasilitas Pelabuhan Speedboat Tidore Utara yang terdampak guncangan gempa.

Di Halmahera Barat, ribuan warga di Kecamatan Jailolo dan Kecamatan Ibu dilaporkan masih bertahan di dataran tinggi pengungsian setelah sirine peringatan potensi tsunami sempat diaktifkan pascagempa.

Operasi pencarian dan evakuasi korban gempa terus dilakukan oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.

Kepala Basarnas menyebut tim SAR dari Kantor SAR Ternate, Manado, dan Gorontalo telah berhasil mengevakuasi sejumlah korban serta melakukan asesmen struktur bangunan publik guna memastikan keamanan sebelum masyarakat kembali dari pengungsian.

Untuk memperkuat penanganan darurat, BNPB juga menginstruksikan pemerintah daerah agar segera menetapkan status tanggap darurat bencana, sehingga proses penyaluran Dana Siap Pakai, bantuan logistik, dan dukungan kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat dan akuntabel.

Selain itu, pemerintah daerah diminta segera mengaktifkan posko tanggap darurat bencana guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, serta pakaian terpenuhi.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah pusat mengerahkan tim gabungan nasional yang dipimpin Kepala BNPB bersama pimpinan Basarnas dan BMKG untuk turun langsung ke wilayah terdampak di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, guna mempercepat penanganan darurat, asesmen kerusakan, serta pemulihan masyarakat pascagempa.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses