Hallonusantara.com || Cianjur — Kepala Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Marwan, memastikan polemik dugaan tindak kekerasan yang sempat terjadi di kawasan Puncak Ciloto, tepatnya di area parkir dekat lahan segar alam, telah diselesaikan secara damai melalui mekanisme mediasi resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan Marwan usai kegiatan klarifikasi dan konfirmasi bersama warga serta unsur Forkopimcam di Aula Desa Ciloto, Senin (29/12/2025).
Marwan mengungkapkan, peristiwa yang sempat memicu keresahan masyarakat itu berawal dari kesalahpahaman antarindividu. Isu dugaan penganiayaan yang beredar di tengah masyarakat telah diklarifikasi secara menyeluruh oleh pihak kepolisian.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Pacet beserta jajaran yang telah memediasi permasalahan ini. Kejadian tersebut bukan merupakan tindakan kekerasan yang disengaja, melainkan murni kesalahpahaman akibat saling menegur,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan, kedua belah pihak telah dipertemukan di Polsek Pacet dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Proses mediasi berlangsung terbuka dan disaksikan oleh aparat desa serta kepolisian, hingga akhirnya kedua pihak saling memaafkan.
Sebagai bagian dari kesepakatan damai, pihak korban meminta agar terduga pelaku tidak lagi berada di wilayah Desa Ciloto. Permintaan tersebut disetujui dan telah dilaksanakan.
“Yang bersangkutan sudah meninggalkan wilayah Desa Ciloto sejak beberapa hari lalu. Ia diantar oleh orang tuanya ke daerah asalnya, yakni wilayah Parung, Bogor. Dengan demikian, permasalahan ini dinyatakan selesai,” tegasnya.
Untuk mencegah berkembangnya informasi keliru dan potensi provokasi, Pemerintah Desa Ciloto menggelar pertemuan lanjutan bersama enam RT di wilayah Puncak Ciloto serta perwakilan warga. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Cipanas yang memberikan penjelasan serta klarifikasi langsung kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah dijelaskan secara terbuka, warga memahami duduk persoalan yang sebenarnya. Situasi saat ini aman dan kondusif,” katanya.
Marwan juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan persoalan pengelolaan parkir maupun konflik lahan di kawasan wisata Puncak Ciloto.
“Tidak ada kaitannya dengan masalah parkir atau lahan. Ini murni kesalahpahaman antarindividu,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Marwan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, memperkuat komunikasi, serta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan apabila muncul persoalan di lingkungan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mengedepankan musyawarah agar tidak terjadi kericuhan,” pungkasnya.
(Bet)













