Hallonusantara.com || CIANJUR – Aliansi masyarakat gunung gede pangrango (AMGP) memutar video geothermal yang berada di Dieng,
Tujuannya selain studi banding bagi masyarakat cianjur, juga sebagai tolak ukur tentang dampak dari pemanasan bumi geothermal tersebut. Pemutaran video tersebut dilakukan dikampung pasir cina RT 01/03 Desa Cipendawa, kecamatan Pacet, kabupaten Cianjur, pada Sabtu malam (14/10/2023).
Video yang berdurasi 1 jam lebih itu memperlihatkan situasi dan kondisi alam yang rusak akibat pemanasan bumi, Geothermal.
Saat diwawancarai awak media ketua RW 03 Nanang mengatakan, ” alhamdulilah dengan adanya pertemuan nobar, di tempat ini, dalam rangka pencerahan, baik dan buruknya industri geothermal. Alhamdulillah berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Saya atas nama RW 03 mengucapkan terimakasih kepada semua masyarakat yang sudah hadir, dan kedepannya dikembalikan lagi kepada masyarakat secara umum, masalah perijinan ini, di ijinkan atau tidak saya kembalikan kepada masyarakat yang sudah melihat dampak baik dan buruknya.
Ia menambahkan, ” sosialisasi dengan mengunakan video yang di selenggarakan sekarang ini, masyarakat baru sekarang ini melihat secara video. Adapun yang diselenggarakan oleh perusahaan oleh perusahaan sudah beberapa kali, tapikan yang di kemukakannya itu hanya kebaikannya saja, adapun dampak baik buruknya maupun kerugian masyarakat itu tidak dikemukakan. Oleh karena itu memang selama ini masih abu abu, dan kamipun belum menentukan sikap ia atau tidak,” paparnya.
Ditempat yang sama kang Aher tokoh masyarakat memaparkan, ” untuk warga pasir cina warga desa Cipendawa ini saya apresiasi, kaitan niat dan motivasi kita untuk datang nobar ini, untuk menjadi pengantar atau belen antara keseimbangan, karena posisinya begini, pihak korporasi, atau pihak perusahaan, selalu ngomongin masalah positif, ya itu hal wajar. karena memang mereka yang punya program. Nah kita sebagai warga negara yang baik, termasuk warga masyarakat juga perlu dapat edukasi atau dapat referensi, apakah program tersebut sesuai dengan apa yang dibicarakan oleh pihak mereka. Karena pihak mereka selalu mengatakan positifnya,” tandasnya.
Masih kata Aher, “Alhamdulilah malam ini kita coba mendapatkan referensi referensi yang lain termasuk bahwa kita pernah datang ke dieng, kita mendapatkan kontra diktif dari apa yang mereka bicarakan Akhirnya malam ini kita buka untuk nobar, dan alhamdulilah masyarakat setelah kemarin ketemu pihak pengusaha atau dengan pihak perusahaan, sekarang kita ketemu dengan pihak AMGP termasuk kita untuk nobar sekarang, mungkin masyarakat mudah mudahan bisa tercerdaskan, bisa tereduksi sebenarnya program geotermal ini kemaslahatan atau kemudaratan, jadi intinya kita berniat ingin memberikan edukasi termasuk wawasan terhadap warga masyarakat yang berkaitan dengan geotermal,” bebernya.
Sebenarnya kalau untuk duduk bersama sudah pernah beberapa kali dengan stuasi yang sebenarnya tidak terkonsep, artinya selalu dadakan.
Kata kemaren kita datang ke kecamatan, bye insiden secara tidak langsung.
“Tapi ketika duduk bersama ada perbedaan antara AMGP dengan pihak perusahaan, ada yang mengatakan itu sunattuloh berbeda. Ia paham kita juga.
Bahwa program mereka, artinya menjelaskan kebaikan kebaikannya ya hak mereka, kita juga punya hak untuk menjelaskan ketidak baiknya. Siapa nanti yang bisa memutuskan, ya nanti masyarakat, harapan saya juga PT jangan terlalu agresif juga sampai ada pilihan pilihan apalagi Samapi ada voting voting gitu, sebenarnya gak boleh kaya gitu
Harusnya terbuka dulu, masyarakat itu di undang semua, pihak perusahaan menjelaskan dan kamipun menjelaskan, dan biarkan nanti masyarakat yang menentukan,”pungkasnya.
(Anwar)













