Daerah

Pisah Sambut Kepala Balai Besar TNGGP: Sadtata Noor Adirahmanta Dorong Konservasi Inklusif Berbasis Masyarakat

101
×

Pisah Sambut Kepala Balai Besar TNGGP: Sadtata Noor Adirahmanta Dorong Konservasi Inklusif Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi menggelar acara pisah sambut Kepala Balai Besar, dari almarhum Ir. Arief Mahmud, M.Si. kepada pejabat baru Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Balai Besar TNGGP, Cibodas, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Pergantian kepemimpinan ini menandai dimulainya babak baru pengelolaan kawasan konservasi strategis nasional yang mencakup wilayah Jawa Barat dan memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, sumber air, serta keseimbangan ekosistem.

Dalam keterangannya kepada Hallonusantara.com, Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan bahwa langkah awal yang akan ia lakukan adalah konsolidasi internal dan pendalaman kondisi lapangan. Ia menegaskan, meskipun telah puluhan tahun berkiprah di dunia kehutanan dan konservasi, setiap wilayah memiliki karakteristik sosial dan ekologi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang kontekstual.

“Saya baru tiba hari ini. Yang utama saya lakukan adalah memahami situasi dan kondisi setempat secara menyeluruh. Saya akan menggali informasi dari seluruh pihak, mulai dari jajaran internal, pemerintah desa, masyarakat, hingga unsur TNI-Polri dan mitra konservasi,” ujarnya.

Sadtata menegaskan bahwa secara prinsip, ia memiliki visi konservasi yang inklusif, yakni pengelolaan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan ekosistem dan satwa, tetapi juga memberikan ruang hidup dan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

“Konservasi tidak boleh hanya identik dengan larangan dan penindakan. Alam harus lestari, tetapi masyarakat yang hidup di sekitarnya juga harus sejahtera. Masyarakat lokal adalah bagian utuh dari ekosistem itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keberadaan masyarakat adat dan penduduk sekitar kawasan yang sejak lama hidup berdampingan dengan alam. Menurutnya, selama praktik pemanfaatan sumber daya dilakukan secara tradisional dan berkelanjutan, hal tersebut tidak serta-merta merusak kawasan.

Terkait berbagai persoalan di kawasan TNGGP, Sadtata mengakui masih perlu pendalaman lebih lanjut, termasuk soal jalur pendakian yang dikelola masyarakat, keberadaan warung di kawasan atas, serta persoalan sampah akibat aktivitas wisata dan pendakian.

Ia menyebutkan bahwa isu sampah di kawasan konservasi merupakan persoalan klasik yang membutuhkan perubahan perilaku pengunjung. Salah satu pendekatan yang pernah ia terapkan di wilayah tugas sebelumnya adalah pengawasan ketat terhadap barang bawaan pendaki, khususnya kemasan sekali pakai.

“Pendaki yang membawa minuman kemasan akan dihitung jumlahnya saat masuk dan harus dibawa kembali saat turun. Bahkan jika membawa lebih banyak saat turun, kami beri apresiasi,” jelasnya.

Sadtata memastikan bahwa program-program pengelolaan yang sudah berjalan dan dinilai baik akan tetap dilanjutkan, dengan kemungkinan evaluasi dan penyempurnaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan tidak bertujuan mencari popularitas, melainkan memastikan kawasan konservasi memberikan manfaat ekologis dan sosial secara berkelanjutan.

Dalam penutup pernyataannya, Sadtata menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar kawasan.

“Masyarakat lokal itu bukan musuh. Jika dijadikan musuh, mereka bisa menjadi ancaman terkuat. Tapi jika dijadikan mitra, mereka justru menjadi benteng terkuat dalam menjaga kawasan,” katanya.

Ia berharap ke depan pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat berjalan lebih inklusif, menjaga kelestarian ekosistem dan satwa liar, sekaligus menciptakan rasa memiliki dan kebahagiaan bagi masyarakat di sekitarnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses