Hallonusantara.com || Cianjur — Rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, kembali menjadi perhatian publik. Potensi energi panas bumi yang diperkirakan mencapai 80 megawatt (MW) dinilai dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Penjelasan mengenai potensi tersebut disampaikan oleh ahli geologi panas bumi Niniek Rina Herdianita, dosen dari Institut Teknologi Bandung, Sabtu (11/4/2026). Ia menjelaskan bahwa kawasan Gunung Gede Pangrango memiliki potensi panas bumi yang cukup besar namun tetap memerlukan kajian mendalam sebelum dikembangkan.
Potensi Energi Panas Bumi Gunung Gede Pangrango Capai 80 MW
Berdasarkan kajian awal yang mengacu pada regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2787 Tahun 2014, kawasan Gunung Gede Pangrango diperkirakan memiliki potensi panas bumi sekitar 80 MW.
Namun secara teknis, kapasitas listrik yang realistis untuk dikembangkan diperkirakan sekitar 55 MW. Energi tersebut berpotensi memperkuat pasokan listrik di wilayah Jawa Barat sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Energi panas bumi sendiri dikenal sebagai salah satu sumber energi bersih karena memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil.
Tahap Eksplorasi Geothermal Masih Berlangsung
Saat ini rencana pengembangan geothermal di Gunung Gede Pangrango masih berada pada tahap eksplorasi rinci. Pada tahap ini, pengembang akan melakukan pengeboran sumur eksplorasi dengan kedalaman sekitar 2.000 hingga 3.000 meter untuk memastikan keberadaan cadangan panas bumi di bawah permukaan.
Setelah tahap eksplorasi selesai, proyek akan memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) untuk menentukan apakah sumber panas bumi tersebut layak dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) secara komersial.
Tahapan ini menjadi proses penting untuk memastikan pengembangan geothermal dilakukan secara aman dan berkelanjutan.
Kawasan Konservasi Jadi Pertimbangan Utama
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rencana pengembangan geothermal ini adalah lokasinya yang berada dekat kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Taman nasional tersebut merupakan salah satu kawasan hutan konservasi penting di Pulau Jawa yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Oleh karena itu, setiap rencana pengembangan di wilayah sekitar kawasan ini memerlukan kajian lingkungan yang komprehensif.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disebut telah memiliki mekanisme pengawasan dan kewajiban rehabilitasi lingkungan apabila kegiatan eksplorasi berlangsung.
Potensi Dampak Lingkungan Tetap Dipantau
Dalam kegiatan eksplorasi geothermal, beberapa potensi dampak lingkungan perlu diperhatikan, seperti perubahan sumber air, kebisingan dari aktivitas pengeboran, serta kemungkinan munculnya gempa mikro selama proses eksplorasi.
Para ahli menyebutkan bahwa dengan teknologi pemantauan modern dan sistem pengawasan yang ketat, risiko tersebut dapat diminimalkan melalui pengelolaan yang baik.
Pemantauan dilakukan dengan mengukur tekanan, temperatur, serta komposisi kimia air dan gas di area reservoir panas bumi.
Peluang Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat
Selain mendukung kebutuhan energi, pengembangan geothermal juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Pembangunan pembangkit listrik panas bumi dapat membuka peluang lapangan pekerjaan, meningkatkan pembangunan infrastruktur, serta mendorong program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sejumlah proyek geothermal di Gunung Salak, Kamojang, dan Wayang Windu menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Dialog dengan Masyarakat Jadi Faktor Penting
Dalam proses pengembangan geothermal, dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting. Sejumlah pihak menilai bahwa komunikasi terbuka antara pemerintah, pengembang, serta masyarakat sekitar perlu terus dilakukan.
Selain itu, kondisi geologi kawasan yang merupakan wilayah gunung api juga menjadi bagian dari kajian ilmiah agar pengembangan geothermal dapat berjalan dengan aman.
Geothermal Gunung Gede Pangrango dan Masa Depan Energi Terbarukan
Dengan potensi panas bumi yang besar, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan energi geothermal sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Pengembangan geothermal di Gunung Gede Pangrango diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat energi terbarukan nasional, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
(Bet)













