Nasional

BGN Apresiasi SPPG Calingcing Ciranjang Cianjur: Program Gizi Desa Dinilai Jadi Kunci Percepatan Indonesia Emas 2045

33
×

BGN Apresiasi SPPG Calingcing Ciranjang Cianjur: Program Gizi Desa Dinilai Jadi Kunci Percepatan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penghargaan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Calingcing, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur atas kontribusinya dalam memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penanganan stunting di tingkat desa. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan resmi yang digelar di Le Eminence Hotel Puncak Cipanas, Cianjur, Selasa (8/4/2026).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja nyata SPPG Calingcing Ciranjang dalam memperkuat sistem pemantauan gizi masyarakat serta mendorong penurunan angka stunting di Cianjur.

Menurutnya, keberhasilan program pemantauan dan intervensi gizi di tingkat desa menjadi elemen penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan pemantauan gizi di tingkat desa merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan produktif,” ujar Dadang dalam sambutannya.

BGN menilai keberhasilan program gizi desa tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

Program yang dijalankan SPPG Calingcing Ciranjang dinilai mampu menghadirkan pendekatan komprehensif dalam penanganan stunting, mulai dari pemantauan status gizi, edukasi kesehatan keluarga, hingga penguatan peran masyarakat dalam menjaga kualitas gizi anak dan ibu hamil.

Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Ketua SPPG Calingcing Ciranjang, Sihabudin, menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten menjalankan program edukasi gizi keluarga yang menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

Program tersebut mencakup penyuluhan gizi, pendampingan keluarga, pemantauan pertumbuhan anak, serta integrasi dengan berbagai program kesehatan desa.

“Pendekatan kami tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang,” kata Sihabudin.

Keberhasilan SPPG Calingcing dinilai dapat menjadi model penanganan stunting berbasis desa yang bisa direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:

Edukasi gizi berbasis keluarga dengan fokus pada ibu hamil dan balita

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat

Integrasi program dengan posyandu, sekolah, serta pemerintah desa

Pemantauan data gizi masyarakat secara berkelanjutan sebagai dasar pengambilan kebijakan

Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat sistem pencegahan stunting sejak tingkat keluarga.

BGN berharap penghargaan yang diberikan kepada SPPG Calingcing Ciranjang Cianjur dapat menjadi pemicu bagi daerah lain untuk memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat.

Dengan peningkatan kualitas gizi sejak usia dini, pemerintah menargetkan lahirnya generasi sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan generasi yang sehat dan berkualitas, cita-cita pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah tercapai,” ujar Sihabudin.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses