BencanaDaerah

Bencana Longsor dan Banjir Terjang Cipanas Cianjur, Hujan Deras Robohkan Dinding Rumah Warga dan Lumpuhkan Akses Air Bersih

37
×

Bencana Longsor dan Banjir Terjang Cipanas Cianjur, Hujan Deras Robohkan Dinding Rumah Warga dan Lumpuhkan Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Bencana longsor dan banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur kawasan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Selasa (14/4/2026) sore, memicu pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor hingga merusak rumah warga dan mengganggu fasilitas umum di lingkungan setempat.

Peristiwa bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Kampung Lebak Pulus atau Lembur Warung, RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10, Desa Batulawang. Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama membuat kondisi tanah di kawasan permukiman warga menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menekan dinding salah satu rumah warga hingga jebol.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi, menjelaskan bahwa hujan deras yang turun sejak sore hari menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah tersebut. Material tanah yang bergerak dari area lereng langsung menghantam bagian dinding rumah warga hingga mengalami kerusakan.

“Curah hujan cukup tinggi pada Selasa sore menyebabkan tanah longsor di Kampung Lebak Pulus. Longsoran tersebut menekan dinding rumah warga hingga jebol,” ujar Nanang Rohendi saat diwawancarai media, Rabu (15/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menghindari risiko longsor susulan. Kerusakan pada dinding rumah membuat bangunan tersebut tidak lagi aman untuk ditempati sementara waktu.

Korban saat ini memilih mengungsi di rumah kerabat terdekat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah setempat. Meski tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini, kondisi bangunan yang rusak membuat keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal sementara.

Foto: Dok (Hallonusantara) Kondisi jalan kampung Lebak Pulus,Desa Batu Lawang.

Data sementara mencatat satu unit rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat tekanan tanah longsor. Pemerintah desa juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi longsor lanjutan.

Tidak hanya merusak rumah warga, longsor juga berdampak pada fasilitas umum di lingkungan tersebut. Saluran air menuju fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) warga di satu RT dilaporkan tidak dapat berfungsi akibat tertutup material longsoran.

Akibatnya, puluhan warga di lingkungan tersebut sementara kehilangan akses terhadap air bersih yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan sanitasi.

Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif sambil menunggu perbaikan saluran air yang rusak akibat longsor.

Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah desa bersama relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan sekaligus membantu evakuasi warga yang terdampak.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih cukup labil setelah diguyur hujan deras.

Petugas juga melakukan pendataan dampak bencana sekaligus menilai tingkat kerusakan bangunan agar langkah penanganan dan bantuan dapat segera diberikan kepada korban.

Saat ini keluarga korban masih bertahan di rumah kerabat dengan kondisi terbatas. Sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban antara lain pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, bahan makanan pokok (sembako), serta terpal untuk perlindungan sementara apabila kondisi cuaca kembali memburuk.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun lembaga kemanusiaan untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana tersebut.

Peristiwa longsor di Desa Batulawang kembali menjadi pengingat bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat curah hujan meningkat.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras terjadi dalam durasi panjang. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat desa apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan pada tanah maupun dinding rumah.

Pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan oleh aparat desa bersama relawan kebencanaan guna mencegah dampak yang lebih besar apabila cuaca ekstrem kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses