Hallo Nusantara || Cianjur – Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi yang dimulai sekitar pukul 15.07 WIB tersebut diikuti sekitar 70 peserta dengan menggunakan satu unit mobil komando, megafon, bendera Merah Putih, bendera PMII, serta sejumlah poster dan spanduk yang berisi berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, menolak kenaikan harga BBM non-subsidi serta meminta pemerintah menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga energi. Kedua, mendesak pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan anggaran.
Ketiga, menolak Program KDKMP yang menurut massa aksi belum tepat sasaran dan belum mampu menjawab persoalan ekonomi masyarakat. Keempat, meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berpihak kepada sektor riil dan pelaku UMKM. Kelima, menolak keterlibatan aparat TNI dalam jabatan sipil serta meminta fungsi aparat dijalankan sesuai ketentuan konstitusi dan semangat reformasi.
Selama aksi berlangsung, perwakilan PMII menyampaikan sejumlah orasi yang menyoroti kebijakan ekonomi, pengelolaan anggaran negara, pelaksanaan program nasional, serta isu reformasi.
Sekitar pukul 15.46 WIB, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang mewakili Satgas MBG dan sejumlah perwakilan fraksi DPRD menemui massa aksi untuk menerima aspirasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur menyampaikan apresiasi terhadap penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa dan menegaskan bahwa berbagai persoalan yang disampaikan menjadi perhatian bersama di tingkat daerah maupun nasional.
DPRD Kabupaten Cianjur juga menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan serta membuka ruang dialog dengan para peserta aksi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang hadir mewakili Satgas MBG menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan PMII akan diteruskan kepada pihak terkait.
Dari pertemuan tersebut, diperoleh kesepakatan bahwa DPRD Kabupaten Cianjur akan mengundang Bupati Cianjur dan Satgas MBG untuk melakukan audiensi bersama PMII pada Jumat, 19 Juni 2026. Waktu dan tempat pelaksanaan audiensi akan diinformasikan lebih lanjut.
Menjelang berakhirnya kegiatan, sekitar pukul 17.10 WIB sempat terjadi ketegangan antara perwakilan PMII dan salah seorang anggota DPRD terkait tindak lanjut hasil pertemuan. Situasi kemudian dapat dikendalikan dan tidak mengganggu jalannya kegiatan.
PMII menyatakan akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan dan berencana menggelar aksi lanjutan apabila aspirasi mereka belum memperoleh tindak lanjut sesuai harapan.
Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.
(Bet)














