Hallonusantara.com || Cianjur – Yayasan Rumah Pulih Jiwa yang berada di Kampung Gudang RT 01 RW 07, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, berhasil meraih penghargaan Juara II Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terbaik tingkat Jawa Barat tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi atas upaya lembaga dalam memberikan pelayanan, pendampingan, serta pemulihan bagi ODGJ yang menjalani rehabilitasi sosial di yayasan tersebut.
Bendahara Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Rumah Pulih Jiwa, Ferawati, mengatakan penghargaan tersebut diperoleh setelah lembaganya mengikuti proses seleksi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
“Sebelumnya kami menerima undangan dari dinas provinsi untuk mengikuti seleksi penanganan ODGJ terbaik tingkat Jawa Barat. Alhamdulillah, setelah melalui proses penilaian, kami berhasil meraih juara kedua,” kata Ferawati saat ditemui di Ciranjang, Senin (22/6/2026).
Saat ini, Yayasan Rumah Pulih Jiwa menampung sebanyak 63 ODGJ yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Cianjur, Garut, Purwakarta, Bandung, hingga Lampung.
Menurut Ferawati, proses seleksi berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Tim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat melakukan verifikasi lapangan untuk menilai berbagai aspek pelayanan yang diberikan oleh lembaga.
Beberapa indikator penilaian meliputi kebersihan lingkungan, program pemberdayaan penghuni, proses rehabilitasi dan pemulihan, serta tingkat kemandirian para penerima manfaat yang berada di panti.
“Tim penilai datang langsung untuk melihat kondisi dan aktivitas di lapangan. Setelah seluruh tahapan penilaian dan rapat pleno selesai, kami ditetapkan sebagai juara kedua,” ujarnya.
Ferawati menilai penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh pengurus dan pendamping untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penghuni panti.
Ia mengatakan, capaian tersebut turut membawa nama baik Kabupaten Cianjur di tingkat Provinsi Jawa Barat. Namun demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan dukungan operasional bagi para penghuni.
“Kami berharap ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah maupun berbagai pihak agar pelayanan terhadap ODGJ dapat terus berjalan optimal. Kebutuhan obat-obatan masih menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi,” katanya.
Selain itu, pihak yayasan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta mengurangi stigma terhadap penyandang gangguan jiwa.
Menurutnya, dukungan lingkungan dan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan dan reintegrasi sosial bagi ODGJ.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap ODGJ dan keluarganya. Dengan dukungan bersama, proses pemulihan dapat berjalan lebih baik dan para penyandang gangguan jiwa dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” pungkasnya.
(Bet)














