Daerah

Bahaya Sampah di Sungai Tiga Kecamatan: Kawalhi Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

191
×

Bahaya Sampah di Sungai Tiga Kecamatan: Kawalhi Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – Masalah pembuangan sampah sembarangan di sungai-sungai yang melintasi Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tumpukan sampah yang mengotori aliran air tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga menyebabkan penyumbatan drainase yang memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk ruas jalan nasional hingga desa.Yayasan Kawalhi, sebagai organisasi lingkungan hidup yang aktif sejak 2012, menekankan perlunya tindakan nyata dan edukasi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan ini, sebagaimana disampaikan pada Selasa, 22 April 2025.

Bayu Lukman Hakim, pembina Kawalhi sekaligus anggota Tim 16 Citarum Harum Wilayah Tengah, mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan adalah ancaman serius bagi kelestarian daerah aliran sungai (DAS), termasuk DAS Cikundul. Ia menyerukan pentingnya tindakan komprehensif agar permasalahan ini tidak terus berlanjut.

“Kondisi DAS yang dipenuhi sampah mencerminkan minimnya kesadaran masyarakat terkait dampak ekologi yang merugikan. Perubahan pola pikir membutuhkan edukasi yang masif dan aksi nyata berupa pembersihan sungai secara kolektif. Tidak hanya sebagai langkah pelestarian lingkungan, aksi ini juga berfungsi sebagai edukasi langsung bagi masyarakat,” kata Bayu.

Bayu menambahkan, sinergi antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat adalah kunci dalam menyelesaikan masalah ini. Langkah-langkah strategis yang perlu diambil, menurutnya, meliputi penerapan peraturan tegas berupa sanksi bagi pembuang sampah di sungai serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Edukasi yang terus-menerus juga diperlukan untuk memastikan masyarakat memahami dampak buruk kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Membersihkan sungai bukan hanya soal memulihkan ekosistem, tetapi juga cara efektif untuk meningkatkan kesadaran warga. Ketika melihat sungai bersih, diharapkan mereka akan lebih peduli dan bertanggung jawab. Ini adalah pekerjaan bersama yang harus didukung oleh semua elemen masyarakat, baik di tingkat pemerintahan maupun komunitas,” tuturnya.

Dampak dari pencemaran sungai tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga infrastruktur. Jalan-jalan sering terendam banjir akibat tersumbatnya saluran air, yang memicu kerusakan di berbagai tingkat, mulai dari jalan nasional hingga desa. Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran sungai memberikan konsekuensi luas bagi kehidupan warga.

Yayasan Kawalhi bersama mitra-mitranya optimis bahwa kolaborasi strategis yang solid dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Melalui program edukasi yang berkesinambungan dan aksi nyata pembersihan sungai, Kawalhi berharap tercipta kesadaran kolektif yang mendukung terciptanya lingkungan lebih bersih dan berkelanjutan.

Sungai yang bebas sampah tidak hanya akan memperbaiki kualitas ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Untuk itu, semua pihak diimbau memberikan kontribusinya demi masa depan lingkungan yang lebih baik di Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses