Daerah

Rehabilitasi Jembatan Jagal Dimulai, Warga Minta Proyek Rp696 Juta Fokus pada Solusi Jangka Panjang

47
×

Rehabilitasi Jembatan Jagal Dimulai, Warga Minta Proyek Rp696 Juta Fokus pada Solusi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara|| Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai melaksanakan rehabilitasi Jembatan Jagal yang berada di ruas Jalan Cipanas–Joglo. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp696.017.627 dan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek di lokasi pekerjaan, rehabilitasi dilaksanakan oleh CV Bagas Putra dengan pengawasan CV Pandawa Multi Rekayasa. Pekerjaan dilakukan sebagai upaya memperbaiki kerusakan struktur jembatan yang terdampak erosi aliran sungai di bagian bawah konstruksi.

Pelaksana lapangan CV Bagas Putra, Nanang, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi disebabkan oleh gerusan air sungai yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama sehingga mempengaruhi kondisi pondasi jembatan.

“Fokus pekerjaan adalah rehabilitasi dan penguatan pada bagian yang terdampak erosi. Ini bukan pembongkaran total, tetapi perbaikan struktur yang mengalami kerusakan agar fungsi dan keamanan jembatan tetap terjaga,” kata Nanang saat ditemui di lokasi pekerjaan, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, penguatan konstruksi dilakukan untuk mengantisipasi dampak gerusan sungai yang berpotensi mengurangi kekuatan struktur apabila tidak segera ditangani.

Di sisi lain, sejumlah pengguna jalan berharap pelaksanaan proyek mengedepankan kualitas pekerjaan sehingga hasil rehabilitasi dapat bertahan dalam jangka panjang. Mereka menilai keberadaan Jembatan Jagal memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat di kawasan Cipanas dan sekitarnya.

Dedi (42), seorang pengendara yang rutin melintasi ruas jalan tersebut, mengatakan perbaikan yang dilakukan harus mampu menjawab persoalan utama yang menyebabkan kerusakan.

“Yang paling penting adalah kualitas pekerjaan. Masyarakat berharap perbaikan ini benar-benar menyelesaikan penyebab kerusakan sehingga jembatan tetap aman digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan warga sekitar, Asep (51). Menurutnya, masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur, namun pelaksanaan proyek juga perlu terbuka terhadap pengawasan publik mengingat sumber pendanaannya berasal dari anggaran daerah.

“Masyarakat tentu mendukung pembangunan. Karena menggunakan uang rakyat, hasil pekerjaannya juga harus memberikan manfaat yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Asep.

Ia menambahkan bahwa rehabilitasi tidak hanya perlu memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga mempertimbangkan penanganan faktor penyebab kerusakan, termasuk pengaruh erosi sungai terhadap struktur jembatan.

Rehabilitasi Jembatan Jagal diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Cipanas–Joglo. Dengan nilai proyek hampir Rp700 juta, masyarakat menaruh harapan agar pekerjaan yang sedang berlangsung mampu menghasilkan infrastruktur yang kokoh, aman, dan berfungsi optimal dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, proses pelaksanaan proyek juga diharapkan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan memenuhi standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses