Daerah

Pembongkaran Warung di Segar Alam Berlangsung, Pedagang Pertanyakan Kepastian Kompensasi dan Relokasi

63
×

Pembongkaran Warung di Segar Alam Berlangsung, Pedagang Pertanyakan Kepastian Kompensasi dan Relokasi

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Cianjur – Puluhan bangunan warung di kawasan Segar Alam, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, dibongkar dalam kegiatan penertiban yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Penertiban tersebut melibatkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari program penataan kawasan wisata Puncak.

Pembongkaran dilakukan terhadap bangunan yang berada di kawasan yang masuk dalam rencana penataan wilayah. Sejumlah pedagang terdampak mengaku telah mengosongkan bangunannya sebelum alat berat mulai melakukan pembongkaran.

Di tengah proses penertiban tersebut, sejumlah pedagang mempertanyakan kepastian mengenai kompensasi dan relokasi yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada warga terdampak.

Yanti, salah seorang pedagang, mengaku dirinya bersama sejumlah pedagang lain telah mengikuti proses pendataan yang dilakukan pemerintah. Ia juga menyebut pernah diminta membuka rekening untuk keperluan penyaluran bantuan atau kompensasi.

“Kami sudah mengikuti pendataan dan membuka rekening. Namun sampai saat ini kami belum menerima informasi pasti mengenai pencairan kompensasi maupun mekanismenya,” ujar Yanti.

Menurut para pedagang, informasi mengenai nilai kompensasi, waktu pencairan, serta lokasi relokasi yang akan disiapkan masih belum mereka terima secara jelas hingga pembongkaran berlangsung.

Selain kehilangan tempat usaha, para pedagang mengaku khawatir terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga mereka karena selama ini pendapatan utama berasal dari aktivitas usaha di kawasan Segar Alam.

“Kami memahami adanya program penataan kawasan. Namun kami berharap ada kepastian mengenai tempat usaha pengganti atau relokasi agar kami tetap bisa mencari nafkah,” kata salah seorang pedagang yang terdampak pembongkaran.

Keluhan serupa juga disampaikan Yayan, pedagang yang telah berjualan di kawasan tersebut selama bertahun-tahun. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang jelas bagi para pelaku usaha yang terdampak penataan kawasan.

Menurutnya, keberadaan warung-warung di kawasan Segar Alam selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga serta menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya pedagang, sejumlah pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas usaha di kawasan tersebut juga mengaku terdampak akibat pembongkaran. Mereka berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah-langkah mitigasi sosial dan ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.

Seorang pekerja mengaku kini menghadapi ketidakpastian pekerjaan setelah tempat usahanya dibongkar.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah karena banyak pekerja yang selama ini bergantung pada usaha di kawasan ini,” ujarnya.

Para pedagang dan pekerja berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan penjelasan resmi terkait realisasi kompensasi, mekanisme bantuan, serta rencana relokasi bagi warga terdampak.

Penataan kawasan wisata merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga fungsi ruang dan meningkatkan kualitas kawasan. Namun warga berharap proses tersebut juga disertai kepastian perlindungan sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Hingga berita ini disusun, para pedagang mengaku masih menunggu informasi resmi mengenai waktu pencairan kompensasi, besaran bantuan yang akan diterima, serta lokasi relokasi yang akan disiapkan setelah pembongkaran bangunan di kawasan Segar Alam, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses