Hallonusanatara.com || Cianjur – Pergeseran tanah kembali terjadi di Kampung Cibuntu RT 01/01, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi. Pemerintah Kecamatan Sukaresmi menyampaikan bahwa kondisi pergerakan tanah di wilayah tersebut perlu mendapatkan penanganan cepat, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi. Kejadian ini terungkap setelah laporan warga diterima pemerintah desa dan kecamatan pada Selasa (18/11/2025).
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukaresmi, Engkus Kusnadi, S.IP, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari warga Cibanteng dan Kepala Desa pada Senin malam. Keesokan paginya, pihak kecamatan bersama jajaran desa langsung melakukan pengecekan lapangan. Hasil peninjauan menunjukkan adanya indikasi pergeseran tanah yang cukup signifikan.
“Setelah mendapat informasi dari warga, kami bersama Pak Camat langsung meninjau ke lokasi. Laporan rinci kemudian disampaikan ke pihak terkait di tingkat kabupaten,” ujar Engkus.
Menurut penjelasan Engkus, Camat Sukaresmi telah mengajukan permintaan resmi kepada BPBD Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan asesmen dan peninjauan lapangan. Jika diperlukan, koordinasi lebih lanjut akan melibatkan BMKG guna melakukan kajian geologi dan meteorologi terkait tingkat kerawanan serta potensi pergerakan lanjutan.
Berdasarkan informasi dari warga, pergeseran tanah di lokasi tersebut disebut-sebut dapat mencapai 40 cm per hari, terutama saat hujan deras. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare, dengan sebagian wilayah yang bergerak berada di perbatasan dengan Desa Kubang. Struktur tanah di kawasan itu juga disebut berpotensi memengaruhi aliran air di sekitar Cibuntu.
Engkus menambahkan bahwa pihak kecamatan dan pemerintah desa telah memberikan imbauan kepada warga yang rumahnya berada di zona rawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami terus mengimbau warga supaya waspada. Bila perlu, rumah yang berada tepat di jalur pergerakan tanah dikosongkan sementara untuk menghindari risiko,” katanya.
Sebagai langkah awal, BPBD Kabupaten Cianjur telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut telah disampaikan melalui pemerintah desa dan dibagikan kepada keluarga yang berada di area risiko.
Pemerintah Kecamatan Sukaresmi berharap BPBD segera turun untuk melakukan kajian komprehensif sehingga penanganan lanjutan dapat diputuskan secepatnya, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memperburuk situasi.
(Bet)













