Hallonusantara.com || Jakarta — Upaya percepatan pembangunan berkelanjutan global kembali menjadi sorotan setelah Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Systemic Impact through Transformative Training” di Jakarta pada 19–23 April 2026. Konferensi internasional yang digelar bersama German Institute of Development and Sustainability (IDOS) ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam mempercepat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 melalui penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Forum global ini dirancang bukan sekadar diskusi akademik, melainkan platform kolaborasi internasional untuk memperkuat reformasi birokrasi, transformasi pelatihan ASN, dan penguatan tata kelola pemerintahan dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan dunia. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang digagas oleh United Nations melalui Agenda 2030 for Sustainable Development.
Dalam keterangan resmi, Lembaga Administrasi Negara menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian target pembangunan berkelanjutan sangat bergantung pada kualitas dan kompetensi aparatur negara. ASN memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan global ke dalam kebijakan nasional yang efektif, mulai dari perencanaan pembangunan, implementasi program publik, hingga evaluasi dampak kebijakan bagi masyarakat.
Penguatan kapasitas aparatur negara dan reformasi administrasi publik dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan global seperti perubahan iklim, transformasi digital pemerintahan, ketahanan ekonomi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, pelatihan sektor publik harus mampu menciptakan kompetensi transformatif ASN yang adaptif terhadap dinamika global serta mampu menghasilkan kebijakan publik berbasis dampak nyata.
Melalui konferensi internasional ini, Indonesia juga membuka ruang pertukaran pengetahuan global (global knowledge exchange) dengan menghadirkan berbagai institusi administrasi publik dari negara-negara Global South, termasuk Brasil, Afrika Selatan, Tiongkok, India, dan Meksiko. Forum ini turut melibatkan United Nations System Staff College (UNSSC) serta sejumlah lembaga pelatihan nasional guna membahas teori perubahan kebijakan publik, evaluasi dampak pelatihan ASN, serta inovasi pengembangan kapasitas sektor publik.
“Harapan kami, ruang ini dapat memperkuat ekosistem pembelajaran yang relevan dan berorientasi hasil, sehingga peningkatan kompetensi aparatur berkontribusi langsung pada kualitas kebijakan dan layanan publik,” demikian disampaikan dalam siaran pers resmi Lembaga Administrasi Negara.
Konferensi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pembangunan global dan pengembangan kapasitas sektor publik internasional. Kerja sama strategis antara Lembaga Administrasi Negara dan German Institute of Development and Sustainability sendiri telah berlangsung sejak 2018 melalui berbagai forum global yang membahas reformasi administrasi publik, pembangunan berkelanjutan, hingga kolaborasi antarnegara berkembang.
Sebelumnya, kolaborasi kedua lembaga tersebut telah menghasilkan konferensi internasional di Cape Town pada 2024 dan Hamburg pada 2025 yang menyoroti isu digitalisasi berkelanjutan dalam pemerintahan serta kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam kebijakan publik.
Konferensi ini juga menghadirkan berbagai institusi terkemuka dunia seperti Universidad Nacional Autónoma de México, Quality Council of India, China Agricultural University, Indian Institute of Foreign Trade, serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis, inovasi pelatihan birokrasi, dan model pengembangan kapasitas aparatur negara yang berdampak sistemik bagi pembangunan berkelanjutan.
Sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang berdiri sejak 1957, Lembaga Administrasi Negara memiliki mandat utama dalam pengembangan manajemen ASN, reformasi birokrasi, dan inovasi administrasi publik di Indonesia. Saat ini LAN berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2024 sebagai dasar penguatan kelembagaan dalam mendorong transformasi birokrasi nasional.
Sementara itu, German Institute of Development and Sustainability merupakan lembaga think tank internasional yang berperan dalam penelitian kebijakan pembangunan global, kerja sama internasional, serta pengembangan kapasitas pemerintah di berbagai negara. Lembaga ini berada di bawah Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman serta Pemerintah Negara Bagian North Rhine-Westphalia.
Melalui forum internasional ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kepemimpinan global dalam pengembangan kapasitas sektor publik, tetapi juga menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui reformasi birokrasi, inovasi pelatihan ASN, dan kolaborasi internasional dalam tata kelola pemerintahan modern.
(Bet)













