EkonomiNasional

Rupiah Melemah, UMKM Cianjur Terjepit: Harga Bahan Baku Melonjak, Keuntungan Kian Menyusut

3
×

Rupiah Melemah, UMKM Cianjur Terjepit: Harga Bahan Baku Melonjak, Keuntungan Kian Menyusut

Sebarkan artikel ini

Hallo Nusantara || Cianjur — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur. Kenaikan harga bahan baku yang bergantung pada komponen impor membuat pelaku usaha harus menghadapi lonjakan biaya produksi di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Dampak tersebut dirasakan para pengrajin joran pancing di Kampung Pasirgombong, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi. Industri rumahan yang selama ini menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi warga desa kini berada dalam tekanan akibat mahalnya bahan baku produksi.

Pengrajin joran pancing, Pendi Supendi, mengungkapkan hampir seluruh material utama yang digunakan untuk memproduksi joran mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari serat fiber, bahan kimia cair, plastik hingga berbagai komponen pendukung lainnya mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan.

“Bahan baku terus naik. Padahal proses pembuatan joran tidak sederhana. Dari serat fiber mentah sampai menjadi joran siap pakai membutuhkan tahapan panjang, ketelitian, dan biaya produksi yang besar,” kata Pendi, Sabtu (7/6).

Menurut dia, hasil produksi joran buatan warga Haurwangi tidak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia melalui platform digital, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri. Namun, peningkatan pasar tersebut belum mampu menutup lonjakan biaya produksi yang terus membengkak.

Kondisi itu membuat margin keuntungan pelaku usaha semakin menipis. Para pengrajin terpaksa bertahan dengan keuntungan yang jauh lebih kecil demi menjaga roda usaha tetap berjalan dan mempertahankan lapangan pekerjaan bagi para pekerja lokal.

“Yang paling berat sekarang bukan soal pemasaran, tetapi biaya produksi. Keuntungan terus tergerus karena harga bahan baku naik hampir di semua sektor. Kami tetap bertahan karena usaha ini menjadi sumber penghidupan keluarga dan karyawan,” ujarnya.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, para pelaku UMKM memilih bertahan ketimbang menghentikan produksi. Mereka berharap stabilitas nilai tukar rupiah dan harga bahan baku segera membaik agar usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun tidak terancam gulung tikar.

Kepala Desa Mekarwangi, Cecep Surahman, mengatakan sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayahnya. Selain pengrajin joran pancing, terdapat pula usaha makanan dan minuman, konveksi, hingga berbagai industri rumahan yang menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut Cecep, daya tahan UMKM saat ini lebih banyak ditopang oleh semangat dan harapan pelaku usaha dibandingkan keuntungan yang diperoleh. Sebab, sebagian besar pelaku usaha masih bertahan meski menghadapi kenaikan biaya operasional yang terus meningkat.

“Para pelaku UMKM tetap menjalankan usahanya karena mereka berharap kondisi ekonomi kembali normal. Kalau hanya melihat keuntungan saat ini, tentu situasinya sangat berat,” katanya.

Ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan baku dan memperkuat perlindungan terhadap sektor UMKM. Pasalnya, usaha kecil dan menengah menjadi fondasi ekonomi masyarakat desa yang selama ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi lokal.

“Jika tekanan biaya produksi terus berlangsung tanpa solusi, maka bukan hanya keuntungan pelaku usaha yang tergerus, tetapi juga keberlangsungan lapangan pekerjaan masyarakat yang ikut terancam,” ujar Cecep.

Fenomena yang terjadi di Desa Mekarwangi menjadi gambaran bagaimana gejolak nilai tukar rupiah tidak hanya berdampak pada sektor industri besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh pelaku UMKM di tingkat akar rumput. Ketika bahan baku terus merangkak naik, para pengusaha kecil menjadi pihak yang paling rentan menanggung beban ekonomi yang semakin berat.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses