G20 Di Bali Menjadi Promosi Gratis Terhadap Pariwisata Indonesia

Hallonusantara.com ǁ Bali – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung Rai Suryawijaya mengapresiasi pemilihan Bali, sebagai tempat acara sehingga mendorong pemulihan pariwisata dari pandemi Covid-19.

“G20 ini merupakan berkah bagi Bali dan kami mengapresiasi Presiden Jokowi memilih Bali sebagai venue G20,” ujarnya, Senin (14/11) 2022.

Agenda G20 bukan hanya pada pertengahan November 2022, namun telah berlangsung sepanjang 2022. Sepanjang perhelatan itu, Bali merupakan lokasi utama yang dipilih.

Untuk puncak acara pada 15-16 November 2022, Rai melaporkan sebanyak 24 hotel di Kabupaten Badung, termasuk Kuta dan Nusa Dua mengalami  full booked atau penuh selama perhelatan G20. Tingkat keterisian juga meningkat hingga 75 persen bagi hotel di sekitar wilayah tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat okupansi hotel berbintang di Bali per September 2022 sebesar 46,45 persen, naik 8,08 persen dari Agustus 2022. Ramainya kunjungan para delegasi dan wisman ke Bali pada bulan ini diprediksi akan meningkatkan okupansi periode November 2022.

Tak hanya hotel yang penuh, lanjut Rai, daerah tujuan wisata di objek-objek wisata juga ramai karena banyak dari para delegasi tersebut yang melakukan kunjungan.

“Kalau kami pantau di daerah tujuan wisata, di objek objek, selain menghadiri G20, mereka juga visit dan memberikan dampak terhadap destinasi pariwisata dan UMKM yang terlibat, jadi multiplier effectnya sangat luar biasa ini,” lanjutnya.

Selain itu, objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai area jamuan makan malam untuk para kepala delegasi.

Meski belum berhitung berapa nominal yang didapat para pelaku usaha dari acara tersebut, lebih jauh Rai melihat dengan G20 dapat membantu memulihkan sektor pariwisata karena seluruh media di dunia menyiarkan keindahan Bali.

“G20 diliput media dari seluruh dunia, ini menjadi promosi gratis terhadap pariwisata Indonesia. Kami sangat optimis dengan pertumbuhan pariwisata Bali akan lebih baik di 2023,” kata Rai.

Adapun Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Budijanto Ardiansyah menyampaikan para pelaku usaha agen perjalanan turut merasakan dampak dari G20, namun sayangnya tidak dirasakan semua daerah.

“G20 memberi dampak pariwisata yang cukup baik untuk teman-teman pelaku usaha di Bali. Sayangnya kesempatan ini tidak dinikmati oleh semua daerah. Sentralistik kelihatannya masih kata kunci,” ujarnya, Senin (14/11/2022).

Dirinya berharap dari G20 dapat menjadi momentum mempromosikan Indonesia, bukan hanya Bali, tetapi juga daerah lainnya kepada dunia.

“Mudah-mudahan dampak setelahnya akan besar untuk pariwisata Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan G20 menjadi momen kebangkitan ekonomi dalam negeri yang patut untuk dibanggakan.

“Hadirnya perhelatan internasional ini bisa memantik lebih banyak wisatawan mancanegara berdatangan sehingga sektor Parekraf semakin bergeliat, terwujud 1,1 juta lapangan kerja di tahun ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/11/2022).

Sandiaga turut mengajak delegasi peserta KTT G20 dan B20 untuk memperpanjang masa tinggalnya di Indonesia dengan mengunjungi salah satu dari lima destinasi super prioritas yang ada di Indonesia.

“Lima destinasi prioritas yaitu Candi Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika ini sudah kami siapkan untuk menyambut kunjungan wisatawan yang hadir pada B20 dan usai acara [KTT] G20,” ujar Sandiaga.

Dari sisi ketenagakerjaan pun Presidensi G20 telah menyerap lebih dari 33.000 tenaga kerja di sektor transportasi, akomodasi (hotel), MICE, hingga UMKM, untuk acara inti dan sampingan atau side event.(Red)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments