Pariwisata

Pemdes Desa Licin Manfaatkan Lahan Tidur Menjadi Produktif Dan Bernilai Ekonomis

134
×

Pemdes Desa Licin Manfaatkan Lahan Tidur Menjadi Produktif Dan Bernilai Ekonomis

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || SUMEDANG – Sehubungan dibukanya Gedung Kampus 3 UPI, pemdes Desa Licin sulap lahan aset desa seluas kurang lebih 1 hektar yang tidak produktif, yang lokasinya berdekatan dengan area kampus, menjadi lahan yang bernilai ekonomis.

Dikatakan kepala Desa Licin Zulkifli M Ridwan atau yang akrab disapa Kang Bei, ini merupakan suatu keuntungan bagi pihaknya sehingga dapat melaksanakan program untuk masyarakat guna meningkatkan perekonomian warga.

” Kami membuka lahan tidur yang letaknya berdekatan dengan kampus, untuk dijadikan sarana wisata kuliner dan areal parkir, baik untuk para mahasiswa maupun masyarakat umum,” ungkap Kang Bei, saat dikonfirmasi Hallonusantara di kantor kerjanya, Senin (12/06/2023).

Kang Bei menambahkan, ini merupakan suatu peluang yang sangat bagus untuk mendapatkan PAD Desa dan mendongkrak perekonomian warga sekitar.

” Dengan dibukanya kampus ini, lahan aset desa akan kita manfaatkan sebagai sarana area parkir dan kuliner bagi para mahasiswa,” ujarnya.

” Dan diarea tersebut akan diisi berbagai hasil UMKM warga sekitar, dan juga dalam pengelolaannya melibatkan karang taruna, sehingga berbagai elemen masyarakat dapat berdaya, dan produktif,” jelasnya.

Terkait wacana tersebut, diamini oleh Kabid Pariwisata kabupaten Sumedang Ellan Sanagari.

” Wacana ini sangatlah bagus, dan kami sangat mendukung sekali,” kata Ellan.

” Selain tidak merubah keaslian alam, lahan ditata sedemikian rupa yang tadinya gamblung ( tidur/tidak terawat ) menjadi area yang asri dan bernilai ekonomis,” ungkap Ellan.

Ellan pun berharap, dengan dipugarnya areal tersebut Desa Licin dapat menjadi Desa yang produktif, inovatif dan mandiri.

” Semoga dengan dibukanya nanti areal ini, dapat mendongkrak perekonomian warga masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Agus HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses