Hallonusantara.com | Cianjur – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan Program Revitalisasi 83 Satuan Pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2025 dengan total anggaran sekitar Rp106,16 miliar. Peresmian dipusatkan di SMK Kesehatan Cianjur, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan dihadiri sekitar 200 peserta dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan pendidikan.
Turut hadir Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu Ferdian, SpOG, Wakil Bupati Cianjur Ramzy Geys Thebe, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Nonong Winarni, Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., serta sejumlah pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Kepala SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdiana, menyampaikan bahwa sekolahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 2022 sehingga kegiatan pembelajaran praktik tidak dapat berjalan optimal.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, SMK Kesehatan Cianjur menerima bantuan pembangunan dan pengadaan sarana berupa ruang praktik, ruang kelas, toilet, panel interaktif, serta perangkat laptop.
“Fasilitas ini menunjang peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi peserta didik agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan,” kata Fajar.
Sementara itu, Bupati Cianjur menyatakan bahwa program revitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat telah menjangkau berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur.
“Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi yang secara langsung mendukung pemulihan dan penguatan layanan pendidikan di Cianjur,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. menjelaskan bahwa program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Cianjur mencakup 83 satuan pendidikan pada berbagai jenjang.
Program tersebut meliputi PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SKB, hingga PKBM, dan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola.
“Selain meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, program ini juga melibatkan tenaga kerja serta material lokal sehingga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Menteri.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal guna mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
(Bet)













