Hallo Nusantara || Garut – Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat kembali memberi warna tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Garut. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas Pancasakti Bekasi menggelar Workshop Implementasi Model-Model Kontekstual dan Inovatif untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada PAUD Inklusi (ASYIK, ATIK & SIUUL) di Villa Situ Bagendit, Garut, Sabtu (16/5/2026).
Di tengah hamparan keindahan Situ Bagendit, kegiatan berlangsung penuh semangat dan interaktif. Para guru PAUD dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti setiap sesi, membuktikan bahwa semangat belajar tak mengenal libur.
Workshop ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan pemateri kompeten dan berkelas yang tak hanya menyampaikan teori pendidikan, tetapi juga menyuntikkan motivasi dan makna mendalam tentang pentingnya pendidikan usia dini.
Acara dipandu dengan apik oleh MC Siti Khuwaida Z.A., S.Ag, anggota II kepanitiaan. Nuansa khidmat terasa sejak awal kegiatan melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, himne, dan doa bersama yang menambah kekuatan spiritual dalam forum ilmiah tersebut.
Ketua Kelompok pelaksana, Siti Roimah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan.
“Kami telah berupaya menyiapkan kegiatan ini sebaik mungkin. Mohon maaf apabila masih ada kekurangan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga workshop ini berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Sorotan utama tertuju pada komitmen Universitas Pancasakti Bekasi dalam membangun pendidikan langsung dari lapisan paling dasar. Hal itu tergambar dari sambutan inspiratif Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) MPD Bekasi, Dr. Wawan Hermawansyah, S.Kom., M.Si.
Dalam pesannya, Wawan menyebut pendidikan berkualitas lahir dari fondasi yang kokoh, yakni pendidikan usia dini yang sering kali luput dari perhatian.
“Akar itu tidak tampak, tetapi menentukan baik atau tidaknya buah. Pendidikan juga demikian. Guru PAUD sesungguhnya adalah guru besar pembentuk karakter anak sejak dini. Pendidikan hebat itu tumbuh dari akar rumput,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para guru yang rela mengisi libur panjang dengan belajar demi peningkatan kualitas pendidikan anak.
“Saya hormat kepada ibu-ibu guru PAUD. Mereka adalah pahlawan pembentuk karakter bangsa sejak awal,” tambahnya.
Semangat kolaborasi juga ditegaskan oleh Assoc. Prof. Dr. Sri Watini, M.Pd, Dosen Pembimbing sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pancasakti Bekasi.
Dalam sambutannya, Sri Watini menyampaikan salam dari Rektor Universitas Pancasakti Bekasi serta menegaskan bahwa kampus hadir bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun pendidikan.
“Kami hadir untuk belajar bersama. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu akan mengangkat derajat kita. Nikmati prosesnya dan jangan pernah lelah mencari ilmu,” ujarnya penuh motivasi.
Ia juga memperkenalkan Universitas Pancasakti Bekasi yang memiliki 10 program studi, termasuk Program Studi S2 PAUD, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Workshop tersebut secara resmi dibuka oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Garut, Dr. H. Surya Mulyana, M.Pd, mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Surya menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Pancasakti Bekasi dalam membangun sinergi pendidikan di Garut.
“Saya mengenal aktivitas Universitas Pancasakti sejak sekitar 10 tahun lalu. Mudah-mudahan kehadiran dan aktivitasnya di Garut membawa keberkahan bagi dunia pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki 714 lembaga RA di 42 kecamatan, salah satu yang terbesar di Jawa Barat. Karena itu, penguatan pendidikan inklusif dan ramah anak dinilai menjadi kebutuhan penting.
Dengan mengucapkan basmalah, kegiatan workshop resmi dibuka. Program ini digagas oleh tim mahasiswa Pascasarjana Universitas Pancasakti Bekasi terdiri dari Siti Roimah, M.Pd, Yunita, S.Pd.I, Siti Khuwaida Z.A., S.Ag, Cindy Maurellia, S.Pd, dan Resi Lovita, S.E., S.Pd, bekerja sama dengan satuan PAUD, IGRA Kabupaten Garut, Asosiasi Dosen Indonesia, serta Forum Dosen dan Masyarakat.
Di Situ Bagendit, Universitas Pancasakti Bekasi menunjukkan bahwa kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga hadir menyalakan harapan dan memperkuat para guru yang setiap hari menjaga masa depan generasi bangsa.
Karena pendidikan terbaik lahir saat ilmu turun langsung menyapa masyarakat.
(Dedi R)













