Peristiwa

Kecelakaan Tunggal di Turunan Dewi Kubang, Satu Korban Meninggal Dunia

189
×

Kecelakaan Tunggal di Turunan Dewi Kubang, Satu Korban Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR — Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalur Turunan Dewi, Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan karena kondisi jalan menurun tajam yang menghubungkan kawasan Puncak Simun menuju permukiman warga di Desa Kubang.

Peristiwa itu melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 3051 PLM berwarna merah. Kendaraan yang melaju dari arah Cianjur menuju Desa Kubang tersebut diduga mengalami rem blong saat menuruni turunan curam.

Pengendara sepeda motor, Egi Bambang Sugilar (51), warga Kampung Sipon Kaler RT 01 RW 13, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, meninggal dunia di lokasi kejadian. Istrinya, Neng Nurhayati, yang dibonceng, mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.

Petugas Desa Kubang, Burhanudin, menjelaskan bahwa jalur Turunan Dewi sudah lama menjadi perhatian warga karena tingkat risikonya yang tinggi. Menurutnya, kondisi jalan yang panjang, curam, serta sering membuat kendaraan kehilangan kendali menjadi faktor utama kecelakaan berulang.

“Kontur jalan menurun dari Turunan Dewi menuju Turunan Desa Kubang cukup curam. Banyak kendaraan yang tidak kuat menahan laju terutama saat rem panas,” ujarnya.

Warga setempat menuturkan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, jalur tersebut beberapa kali menimbulkan korban, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia. Minimnya fasilitas keselamatan seperti guardrail dan rambu peringatan dianggap menambah risiko bagi pengendara yang tidak mengenal karakteristik jalan.

Keterangan foto: Dok (Bet/HN) korban langsung meninggal di tempat.

“Kami berharap pemerintah dapat melakukan peninjauan dan penanganan segera. Rambu tambahan, perawatan jalan, dan pemasangan guardrail sangat dibutuhkan,” ujar seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Wilayah I PUTR Kabupaten Cianjur, Syarif Hidayat, mengatakan bahwa laporan warga telah ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan.

“Usulan penanganan sudah kami sampaikan. Termasuk rencana penambahan guardrail sepanjang sekitar 30 meter menggantikan yang saat ini berukuran 18 meter, serta usulan pelebaran jalan,” kata Syarif.

Ia menambahkan bahwa usulan tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Dinas PUTR dan akan dipertimbangkan dalam penganggaran tahun 2026.

“Semoga penanganan dapat segera terealisasi melalui anggaran tahun 2026,” ujarnya.

Warga berharap rencana tersebut dapat diwujudkan agar jalur Turunan Dewi lebih aman dilalui dan tidak kembali menimbulkan korban.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses