Politik

DPD PKS Kabupaten Cianjur Adakan Konferensi Pers Tentang Adanya Deklarasi Salah Satu calon Capres Dan Cawapres

123
×

DPD PKS Kabupaten Cianjur Adakan Konferensi Pers Tentang Adanya Deklarasi Salah Satu calon Capres Dan Cawapres

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – DPD PKS Kabupaten Cianjur mengadakan konferensi pers terkait isu deklarasi salah satu calon capres cawapres Prabowo/ Gibran, yang sempai ramai di perbincangkan, bertempat di Kantor DPD PKS Kabupaten Cianjur jalan. Dr. Muwardi No.173a, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

DPD PKS Cianjur mengadakan konferensi pers tentang adanya deklarasi calon Presiden nomor 2 Prabowo Gibran, 6/12/2023 yang bertempat di asrama haji ciloto desa Ciloto kecamatan Cipanas kabupaten cianjur, yang mengatasnamakan simpatisan PKS dan kader PKS yang ada di Jawa Barat mendukung deklarasi pasangan no 2 Prabowo Gibran, Kamis (07/12/2023).

Dalam konferensi pers ini disampaikan oleh Humas DPD PKS Kabupaten Cianjur, Ganesha Argadi, S.Pd,i. Kepad awak media tepat pada pukul 10.00 WIB. Sebelumya saya ucapkan terimakasih kepada para wartawan yang sudah hadir dalam kesempatan ini DPD PKS kabupaten cianjur ingin memberikan konferensi pers terkait dengan berita yang beredar kemarin, yang menurut kita ini perlu ada perifikasi terkait dengan kegiatan tersebut.

“Hari ini juga saya mengundang orang-orang yang hadir dalam kegiatan kemarin tepatnya kegiatan di ciloto disitu ada berita bahwa dari kader simpatisan PKS, mendukung pasangan deklarasi no urut 2, Prabowo Gibran. kita ingin menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan di Ciloto itu tidak ada kaitannya dengan kegiatan Partai atau memang PKS sengaja mengadakan kegiatan itu,” bebernya.

Terkait dengan simpatisan PKS kesana bahwa itu sebenarnya kalau menurut pelakunya dia tidak tahu sama sekali, bahwa itu kegiatan deklarasi seolah olah ini di jebak, karena dia hadir disitu katanya ada pelatihan dari DPW Jabar, dan mengundang orang PKS, pak Asep Mulyana hadir kesana bersama rekannya, kemudian disitu kita tau sudah ada banyak orang yang menggunakan kaos pak Prabowo Gibran disitu ada deklarasi.

Lanjut Ganesha “Jadi memang menurut saya perlu disampaikan ini jebakan memang jebakan,
Saya berharap dalam kontestasi politik pemilu ini saya berharap semua peserta pemilu lebih menggunakan cara cara yang elegan dan etis, kalaulah ada beberapa masyarakat yang dulu mendukung siapa sekarang mendukung siapa, itu hal yang lumrah hal yang wajar, dan kita bersaing siapa dari kita calon partai politik maupun calon capres itu beradu program, beradu gagasan, untuk membangun Indonesia ini. Tapi kalau dengan cara cara jebakan seperti ini menurut saya tidak bagus tidak etis, ini jangan sampai hal seperti ini dijadikan cara yang lumrah,” tandasnya.

Hal senada di sampai simpatisan PKS Budi Kristanto ia manyampaikan, kemarin datang kesana itu untuk kegiatan apa. namun pas disana, seperti apa, sebelumnya saya minta maaf atas kegaduhan ini yang saya tidak kira, awalnya kami di undang kesana atas nama PKS, saya pribadi kalau yang namanya atas nama PKS, kemanapun saya pasti datang, atas nama PKS dengan tujuan tidak ada embel embel deklarasi apapun. hanya ada pelatihan, makanya saya datang kesana, tapi pas saya datang kesana saya di tahan tahan, kami berdua ini di tahan sama panitia di lobi sama panitianya jangan dulu ke atas karena kaos belum dapat, kata panitia.

Lanjut Budi, “Cuma anehnya pas begitu naik posisi kami itu tidak ada di belakang langsung berada di depan podium, kami berdua, kenapa saya disini memang sudah ada tanda tanya, tapi sudah masuk mau keluar lagi gimana. “satu apakah ini akan ada penjelekan ke salah satu capres atau penjelekan ke partai PKS ini, di ikutin jalurnya tapi begitu beres, yang saya khawatirkan itu tidak ada semua cuma 30 menit kaya cepet kaya tidak ada apa apa, ” paparnya.

Masih Budi Kristanto, “Pihak panitia itu tidak ada yang manggil nama, semuanya panggil bang, kesemua panitia itu manggil Abang tidak ada yang manggil nama, si A, si B si C nya tidak ada, si panitia ke panitia nya cuma bng ini gimana ini gimana.
Jadi saya sendiri kalau ditanya satu persatu saya juga tidak tahu, lagian wajahnya ini baru saya liat orang orangnya lagian kayanya bukan orang orang Jawa barat, kaya orang luar Jawa barat karena semuanya menggunakan bahasa Indonesia,” jelasnya.

“Saya ikuti jalurnya, yang saya takutkan kalau sampai menjelekan partai PKS saya pun akan lebih ini, tapi setelah itu panitianya pun di silang entah kemana kasarnya kaya jaelangkung langsung sat set kaya gak ada saja jadi sudah setengah jam hilang semua panitianya, “Pungkasnya.

(Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses