Hallonusantara.com || Cianjur — DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur resmi menutup rangkaian Pendidikan Politik (Dikpol) tahun 2025 yang digelar maraton di seluruh daerah pemilihan. Penutupan terlaksana di kawasan Puncak Kana, Kecamatan Sukaresmi, Dapil 3, dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar Cianjur, TB. Mulyana Syahrudin, Rabu (26/11/2025).
Transfer Pengetahuan Kader Senior–Junior
TB. Mulyana menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan politik antara kader senior dan junior.
“Anggota Fraksi Dapil 1 Zulfahmi, Dapil 2 H. Hermawan, Dapil 5 Isnaini, Dapil 6 Igun Gunawan, dan Dapil 3 Asep Iwan telah menjalankan transfer ilmu yang baik. Dikpol dapat dilaksanakan bersama-sama maupun secara mandiri,” ujarnya.
Dorong Literasi Politik Pemilih
TB. Mulyana juga menegaskan bahwa pendidikan politik tidak hanya ditujukan kepada kader, tetapi juga masyarakat luas.
“Tujuan Dikpol adalah meningkatkan pemahaman politik masyarakat agar mampu berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Kami berharap lahir pemilih cerdas yang mendorong kemajuan Kabupaten Cianjur,” katanya.
Ia menambahkan, kualitas pemilih akan berdampak pada kekuatan representasi politik partai.
“Semakin banyak kursi yang dimiliki, semakin besar ruang kontribusi bagi masyarakat, minimal di lingkungan masing-masing,” ucapnya.
Dikpol Dilaksanakan Secara Maraton
Rangkaian Dikpol Golkar Cianjur 2025 digelar bertahap di berbagai daerah pemilihan.
“Pelaksanaannya dimulai dari Dapil 1, Dapil 4, Dapil 2, hingga Dapil 5,” jelas TB. Mulyana.
Sejumlah agenda juga dipindahkan ke Bogor karena beririsan dengan Dikpol Jawa Barat.
“Lokasi awal kami geser ke Bogor karena waktunya bersamaan dengan Dikpol Jawa Barat,” katanya.
Menurutnya, kader yang tidak mengikuti Dikpol tingkat provinsi cenderung belum memperoleh pemahaman utuh terkait dinamika politik.
“Jika belum mengikuti Dikpol Jawa Barat, informasinya tidak lengkap dan bisa menimbulkan ketidakkondusifan pada kontestasi Pilkada,” ujarnya.
DPD Hanya Keluarkan Sertifikat Kehadiran
Terkait isu sertifikasi peserta Dikpol, TB. Mulyana menegaskan bahwa DPD hanya memberikan bukti kehadiran.
“DPD hanya mengeluarkan sertifikat mengikuti Dikpol, bukan menentukan kelulusan. Tidak benar jika ada anggapan materi kampanye atau perolehan suara menentukan kelulusan,” tegasnya.
Golkar Tambah Kursi DPRD Cianjur
Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan capaian partai pada Pemilu Legislatif sebelumnya.
“Seluruh kecamatan mengalami peningkatan suara. Golkar memperoleh 10 kursi DPRD Cianjur sesuai perolehan suara terbanyak. Dua puluh tahun kami menunggu kenaikan dari 8 menjadi 10 kursi,” ungkapnya.
Ia meminta kader mempertahankan kekompakan.
“Seluruh keluarga besar Golkar harus menjadi satu tim pergerakan,” katanya.
Penguatan Kapasitas dan Solidaritas Kader
Tema besar Dikpol 2025 diarahkan pada peningkatan kapasitas serta solidaritas kader.
“Kapasitas itu adalah pengetahuan. Informasi mengenai pembangunan di lingkungan masing-masing harus dipahami,” ujar TB. Mulyana.
Ia menegaskan pentingnya pemahaman kader terhadap perkembangan pembangunan di Kabupaten Cianjur.
“Dengan 10 anggota DPRD, itu menjadi jaringan pembangunan yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Ia juga meminta kader memulai kerja politik dari lingkungan terdekat.
“Mulailah dari desa atau lingkungan masing-masing. Seluruh potensi bisa dibahas bersama fraksi,” ujarnya.
Motivasi Kader dan Peran Politik dalam Kehidupan Publik
TB. Mulyana menekankan bahwa kader harus terus dirawat dan dimotivasi, termasuk menjaga kedekatan dengan konstituen.
“Tidak ada kata selesai dalam pengabdian. Jika bekerja hanya saat Pileg, maka pengabdian akan terputus. Politik itu penting karena setiap kebutuhan masyarakat berhubungan dengan keputusan politik,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan tidak akan terjadi tanpa proses politik.
“Tidak ada perbaikan lingkungan yang bukan keputusan politik. Karena itu, kader harus meramu kerja politik agar memberi manfaat dan tetap menarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ajak Kader Gali Aspirasi Lebih Luas
Menutup kegiatan, TB. Mulyana meminta kader tidak hanya mengandalkan aspirasi formal.
“Jika hanya mengandalkan aspirasi formal, jumlahnya sedikit. Mari gali aspirasi dari berbagai sektor pendukung lainnya,” pungkasnya.
(Bet)













