Peristiwa

Tebing Longsor di Jalan Nasional Ciloto Dibiarkan Berbulan-bulan, Drainase Tertutup, Pengendara Motor Terus Jadi Korban

87
×

Tebing Longsor di Jalan Nasional Ciloto Dibiarkan Berbulan-bulan, Drainase Tertutup, Pengendara Motor Terus Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Tebing longsor di Jalan Raya Nasional Ciloto, tepatnya di sekitar Masjid Al Ihsan, Kampung Bondol RT 02/02, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, hingga kini belum mendapat penanganan. Material longsoran menutup saluran drainase, menyebabkan air dan lumpur meluap ke badan jalan dan menciptakan kondisi ekstrem berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional dengan tingkat lalu lintas tinggi. Jalur ini tidak hanya menjadi penghubung utama antardaerah, tetapi juga rutin dilalui kendaraan rombongan tamu-tamu penting dan kegiatan kenegaraan maupun kedinasan. Namun ironisnya, longsor yang terjadi sejak berbulan-bulan lalu justru dibiarkan tanpa perbaikan.

Pantauan di lapangan hingga Senin (5/1/2026) menunjukkan tidak adanya pembersihan material longsor, perbaikan drainase, maupun pemasangan pengamanan di lokasi. Kondisi ini membuat badan jalan kerap tergenang air bercampur lumpur saat hujan turun, menjadikannya licin dan rawan kecelakaan.

Salah satu korban kecelakaan, Rato Susanta (60), warga Kampung Cinyelap RT 01/02, Desa Ciloto, mengalami luka-luka lecet di sejumlah bagian tubuh setelah terjatuh saat melintas di lokasi tersebut pada Minggu malam.

“Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB, habis Isya. Waktu itu hujan deras. Air selokan yang tertutup longsoran meluap ke jalan, bercampur lumpur. Jalannya licin sekali, saya langsung jatuh,” ujar Rato saat ditemui, Senin (5/1/2026).

Rato menegaskan, kecelakaan di titik tersebut sudah sering terjadi. Menurutnya, longsor di tebing Masjid Al Ihsan telah lama menutup saluran air, namun tidak pernah dibersihkan.

“Ini longsor sudah berbulan-bulan. Selokannya ketutup tanah. Kecelakaan sudah berkali-kali, kebanyakan motor. Saya lihat sendiri, bahkan ada yang sampai bertabrakan,” katanya.

Ia juga menyoroti lokasi longsor yang berada di titik strategis, dekat fasilitas umum dan kantor pemerintahan desa, namun tetap luput dari penanganan.

Keterangan foto: korban yang jatuh di lokasi

“Lokasinya dekat Masjid Al Ihsan dan Kantor Desa Ciloto. Tapi tidak ada perhatian. Padahal ini jalan nasional, jalur penting,” ujarnya.

Rato mendesak pemerintah desa dan instansi teknis yang berwenang, termasuk pihak pengelola jalan nasional, untuk segera mengambil tindakan.

“Saya mohon kepada pihak terkait, baik desa maupun instansi yang menangani jalan nasional dan PUPR, tolong segera diperbaiki. Jangan tunggu korban lebih parah atau sampai ada yang meninggal,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa setempat maupun instansi pengelola jalan nasional terkait langkah penanganan longsor dan pembersihan drainase di Jalan Raya Nasional Ciloto tersebut.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses