DaerahSosial

Mafia Cukai di Jantung Merak: Menelusuri Jejak Isuzu Elf ‘Dongane Mbok’e’ dan Bayang-bayang Oknum Pelindung

67
×

Mafia Cukai di Jantung Merak: Menelusuri Jejak Isuzu Elf ‘Dongane Mbok’e’ dan Bayang-bayang Oknum Pelindung

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com ​|| Merak – Maraknya dugaan peredaran rokok ilegal yang melintasi jalur distribusi antar-pulau kembali menjadi sorotan tajam. Sebuah truk Isuzu Elf dengan nomor polisi G 8658 AC teridentifikasi melintas dengan dugaan kuat membawa muatan rokok ilegal menuju Pelabuhan ASDP Merak. Ironisnya, meski informasi ini telah diteruskan secara resmi kepada Kanit Intel KSKP Pelabuhan Merak, hingga berita ini diturunkan tidak ada respon penindakan yang nyata di lapangan.

​Sorotan Terhadap Lemahnya Pengawasan
​Munculnya temuan ini memicu kritik keras mengenai efektivitas pengawasan di pintu-pintu masuk strategis. Lolosnya unit Isuzu Elf tersebut hingga mendekati area vital pelabuhan menjadi bukti nyata atas lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak keamanan serta instansi terkait di sepanjang jalur distribusi.

​Beberapa poin kritis yang menjadi perhatian antara lain:
​Celah Jalur Distribusi: Bagaimana kendaraan dengan muatan ilegal dapat melaju jauh hingga ke area pelabuhan tanpa terdeteksi oleh patroli wilayah.

​Efektivitas Pemeriksaan: Jika kendaraan tersebut akhirnya lolos hingga naik ke atas kapal, hal ini menunjukkan adanya lubang besar dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan muatan.
​Sinergitas Aparat: Tidak adanya respon penindakan seketika setelah laporan diterima memicu pertanyaan besar mengenai komitmen aparat dalam menjaga kedaulatan ekonomi negara dari barang kena cukai ilegal.

​Indikasi Keterlibatan “Orang Dalam”
​Desas-desus di lapangan mengungkap sisi lain yang lebih mengkhawatirkan. Diduga kuat, terdapat keterlibatan oknum dari Aparatur Negara yang berperan di balik layar untuk memuluskan langkah armada tersebut. Keberanian oknum ini dalam menyalahgunakan wewenang diduga menjadi alasan mengapa truk tersebut bisa melewati pemeriksaan dengan begitu “licin” dan seolah kebal hukum.
​Kehadiran sosok yang seharusnya menjadi penegak disiplin namun justru diduga menjadi “payung” bagi pelaku penyelundupan, jelas mencederai citra institusi. Publik kini mempertanyakan apakah ada kesepakatan gelap di balik gerbang pelabuhan yang membuat aturan menjadi tawar di hadapan kepentingan pribadi.

​Desakan Tindakan Tegas
​Laporan warga yang telah disampaikan kepada Kanit Intel KSKP Merak diharapkan tidak hanya berakhir sebagai arsip. Pihak berwenang didesak untuk segera melakukan pengadangan dan pemeriksaan fisik secara transparan terhadap kendaraan berciri khusus tulisan “Dongane Mbok’e” tersebut sebelum benar-benar meninggalkan dermaga.

​”Jika unit ini terbukti lolos dan menyeberang ke pulau seberang akibat lemahnya pengawasan dan tidak adanya respon penindakan saat laporan masuk, maka ini adalah tamparan keras bagi aparat. Pengawasan tidak boleh hanya tajam di atas kertas, tapi tumpul di lapangan,” ungkap seorang warga.

​Ujian bagi Pimpinan Wilayah
​Kini bola panas berada di tangan pimpinan instansi terkait di wilayah Pulomerak. Masyarakat mendesak agar dilakukan investigasi internal yang mendalam terhadap personel di lapangan. Jika terbukti ada oknum yang sengaja melakukan pembiaran sehingga armada tersebut lolos, maka sanksi tegas harus dijatuhkan tanpa pandang bulu.

​Ancaman Hukum

​Peredaran rokok ilegal secara jelas melanggar UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Selain kerugian negara yang mencapai angka miliaran rupiah, pembiaran terhadap praktik ini merusak iklim usaha legal.

​Masyarakat kini menunggu langkah konkret untuk membuktikan bahwa Pelabuhan Merak bukanlah “jalur hijau” yang nyaman bagi para penyelundup. Integritas negara sedang dipertaruhkan di bibir dermaga Selat Sunda ini.

(Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses