Hallonusantara.com || Cianjur — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, mendapat sorotan dari kalangan pendidikan. Keluhan tersebut disampaikan dalam kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Golkar, Asep Iwan Gusniardi, di Aula Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan reses itu dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan pendidikan, di antaranya Kepala Puskesmas Sukanagalih, Kepala PGRI Pacet, kepala desa, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PGRI Pacet, Otang Suryana, menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi sekolah selama pelaksanaan program MBG. Ia mengatakan distribusi makanan kerap datang tidak sesuai jadwal sehingga berdampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
“Pelaksanaan program memang cukup merepotkan sekolah, terutama terkait jadwal distribusi makanan. Kadang datang pukul 11.00 WIB, bahkan pernah sampai pukul 13.00 WIB,” kata Otang saat diwawancarai media, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, keterlambatan distribusi menyebabkan sekolah harus menyesuaikan jadwal kegiatan belajar siswa. Kondisi tersebut dinilai mengganggu efektivitas pembelajaran karena pihak sekolah harus menunggu proses pembagian makanan selesai.
Selain persoalan distribusi, Otang juga menyampaikan harapan agar mekanisme pelaksanaan program dapat dievaluasi sehingga tidak membebani pihak sekolah dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
Reses DPRD Kabupaten Cianjur tersebut menjadi forum penyampaian aspirasi masyarakat, termasuk dari sektor pendidikan terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Pacet dan sekitarnya. Hingga kegiatan berakhir, pembahasan mengenai evaluasi distribusi dan teknis pelaksanaan program menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut.
(Bet)







