Daerah

Tolak Geothermal di Gunung Tampomas !!! Paguyuban Cipanas Gelar Istigosah Akbar

3
×

Tolak Geothermal di Gunung Tampomas !!! Paguyuban Cipanas Gelar Istigosah Akbar

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Sumedang – Masyarakat adat Sumedang yang tergabung dalam Paguyuban Cipanas ( PANAS ) yang merupakan para penduduk asli di kawasan gunung Tampomas menolak dengan tegas rencana pembangunan PLTP geothermal di kawasan gunung Tampomas. Sebagai bentuk aksi penolakan tersebut Paguyuban Cipanas (PANAS) menggelar Istigosah Akbar yang digelar di kawasan pondok pesantren Nurul Hidayah Cipatat, Desa Sekarwangi, Buahdua, dibawah pimpinan KH. Udin Fachrudin, pada Minggu (24/5/2026).

Istigosah Akbar dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat baik tokoh masyarakat, tokoh agama, berbagai organisasi seperti Paguyuban Cipanas (PANAS), YPS, RWS, Majelis Adat, LSM Perahu, bahkan berbagai pegiat pecinta lingkungan dari lintas daerah turut hadir dalam jalannya kegiatan.

Rencana Ekplorasi geothermal di kawasan gunung Tampomas banyak menuai sorotan dari kalangan masyarakat, terlebih dari para pupuhu Sumedang seperti Ki Wangsa, HRM. Soekarna, dan sesepuh yang lain menilai bahwa projek geothermal di kawasan tampomas berpotensi menimbulkan dampak yang kompleks dan cenderung merugikan masyarakat.

” Menjaga kelestarian alam apalagi yang didalamnya terdapat situs sejarah dan budaya seperti di kawasan gunung Tampomas adalah suatu kewajiban. Dan apabila proyek geothermal di laksanakan berpotensi mengganggu’ tatanan lingkungan, sejarah, serta warisan budaya masyarakat setempat, ” ungkap pupuhu.

Sementara Ketua RWS Cabang Sumedang, Rd. Supriatna Avip mengungkapkan keprihatinannya terhadap rencana eksploitasi ini, menurutnya gunung Tampomas memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan kearifan lokal yang harus dijaga demi generasi mendatang.

” Pemerintah harusnya konsisten menjaga identitas Sumedang sebagai puseur budaya Sunda sebagaimana tertuang dalam kebijakan daerah, ” ujar Kang Avip.

Perwakilan Paguyuban Cipanas ( PANAS ) menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua elemen yang turut hadir di acara” Istigosah Akbar ” yang mengusung tema ” Jaga Gunung, Situs, Hutan dan Mata Air ” sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan hidmat.

” Gunung Tampomas bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumedang, ” tuturnya.

” Dengan istigosah ini kami berharap dapat mengetuk hati para pemimpin dan pemegang kebijakan agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat serta pelestarian lingkungan. Dan tentunya rencana ekploitasi geothermal di kawasan kami ( gunung Tampomas ) segera dibatalkan, ” harapnya.

(Agus HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses