DaerahPemerintahan

Dedi Mulyadi Ajak Warga dan Pemerintah Duduk Bersama Bahas Proyek Geothermal di Jawa Barat

23
×

Dedi Mulyadi Ajak Warga dan Pemerintah Duduk Bersama Bahas Proyek Geothermal di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuka peluang dialog antara masyarakat, pemerintah pusat, dan perusahaan terkait polemik proyek panas bumi (geothermal) di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjembatani berbagai aspirasi yang berkembang sekaligus memastikan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama.

Menurut Dedi, kewenangan penerbitan maupun pencabutan izin proyek geothermal berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena itu, setiap masukan, keberatan, maupun kekhawatiran yang disampaikan masyarakat perlu dibahas bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Dedi menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup akan menjadi salah satu fokus utama dalam forum dialog yang akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berbagai isu yang menjadi perhatian warga, mulai dari keberlangsungan sumber mata air, kelestarian kawasan pegunungan, hingga dampak sosial bagi masyarakat sekitar, akan menjadi bagian dari pembahasan.

“Aspek lingkungan tetap menjadi prioritas. Kami akan membicarakan seluruh kekhawatiran dan kecemasan masyarakat. Nanti semua pihak akan kami undang,” ujar Dedi Mulyadi pada Selasa, 9 Juni 2026.

Rencana dialog tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara warga, pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan, serta perusahaan pemegang izin. Melalui pendekatan itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi yang mempertimbangkan kepentingan pembangunan energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam beberapa waktu terakhir, proyek geothermal di Jawa Barat menjadi perhatian publik menyusul munculnya penolakan di sejumlah kawasan pegunungan. Warga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi dampak terhadap ekosistem, sumber daya air, dan keseimbangan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan masyarakat setempat.

Di sisi lain, pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar fosil. Karena itu, dialog dinilai penting untuk menemukan titik temu antara kebutuhan transisi energi dan perlindungan kawasan ekologis.

Dedi berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi perbedaan pandangan mengenai proyek geothermal. Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses