Mancanegara

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Serangan Berlanjut dan Ancam Stabilitas Timur Tengah

31
×

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Serangan Berlanjut dan Ancam Stabilitas Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Jakarta – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat pada Kamis (16/7/2026). Kedua negara dilaporkan saling melancarkan operasi militer yang memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Reuters, militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk fasilitas pertahanan dan lokasi yang dinilai memiliki nilai strategis. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah target yang berkaitan dengan kepentingan AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa operasi militer terbaru AS telah diperluas hingga wilayah utara Iran. Eskalasi tersebut terjadi setelah kesepakatan penghentian sementara konflik dilaporkan tidak lagi berjalan efektif, sehingga memicu aksi saling serang yang lebih luas.

Menurut laporan Reuters, meningkatnya konflik turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan berdampak pada pergerakan harga minyak internasional.

Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Iran menyebut puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan dalam beberapa hari terakhir. Jumlah korban masih terus diperbarui dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Sejumlah negara serta organisasi internasional kembali menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah konflik meluas ke kawasan Timur Tengah.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses