Hallonusantara.com || CIANJUR – Guna merespon temuan Kejadian Luar Biasa (KLB) anak yang mengidap Polio di Cianjur, Dinas Kesehatan (Dinkes-red) Cianjur bersama WHO menggelar acara Advokasi dan Sosialisasi Crash Program dan Penguatan imunisasi Polio yang digelar di aula Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Senin (03/04/2023).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Asisten Administrasi Umum Setda cianjur, Forkopimda Kabupaten Cianjur, Perwakilan WHO Provinsi Jabar, Kadin Kesehatan Cianjur, Ketua IDI Cianjur, Dasa’at, seluruh Organisasi perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Daerah, seluruh Camat sekabupaten Cianjur, serta undangan lainnya.
Kepala puskesmas Cipendawa, Agus suhendar M.kes, mengatakan kurang lebih selama sepekan awal Maret tahun ini Crash Program Polio akan dimulai secara serentak khususnya di Provinsi Jabar.
“Pelaksanaanya pada 6 Maret 2023 selama 1 minggu secara serentak di Provinsi Jawa barat, sasaran imunisasinya adalah 0,12 bulan” ucapnya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, “Apabila kita bandingkan dengan cakupan imunisasi polio dalam 5 tahun terakhir, Kabupaten Cianjur termasuk Kabupaten masih belum mencapai target yang diharapkan dalam arti anak-anak kita belum semua memiliki perlindungan yang lengkap terhadap virus polio,” Paparnya.
Kadiskes juga menyampaikan pertemuan ini merupakan satu langkah strategis dalam bekerjasama dengan erat dan sinergis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Cianjur.
“khususnya melalui Upaya pencegahan penularan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Cianjur saat membuka Advokasi dan Sosialiasi, menghimbau kepada semua sektor agar berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan crash program di Kabupaten cianjur
“Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa pada saat ini sedang banyak terjadi kejadian luar biasa penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau yang dikenal dengan KLB PD3I, salah satunya adalah KLB di Provinsi jabar. Pada awal November 2022, ditemukan kasus polio VDPV 2 di Jawa barat, sehingga telah dilakukan pemberian imunisasi polio kepada anak usia 0-12 tahun,” ujar Bupati.
“Mari kita bersama melindungi anak-anak kita untuk mewujudkan Kabupaten cianjur Sehat yang unggul dan berkelanjutan,” timpalnya.
Ia menambahkan berdasarkan rekomendasi dari WHO, ITAGI, dan Kementerian Kesehatan RI, Provinsi jabar juga perlu melaksanakan penguatan imunisasi polio melalui pemberian imunisasi polio tambahan (crash program) berkenaan, “Pelaksanaan ini akan dilaksanakan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 dengan menyasar 3965 anak usia 0-59 bulan,” ungkap Bupati.
Patut diketahui, pembubuhan tandatangan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan crash program dalam rangka pencegahan penularan virus polio di Kabupaten cianjur dilakukan juga dalam acara tersebut. (Anwar)











