Hallonusantara.com | CIANJUR – Kasus keracunan jamur liar kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Cianjur. Empat warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur Raya setelah mengalami keracunan usai mengonsumsi jamur liar. Satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Keempat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur Raya pada Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan ambulans desa. Mereka datang dengan kondisi lemas disertai muntah hebat yang diduga kuat akibat konsumsi jamur liar yang tidak diketahui jenisnya.
Humas RSUD Sayang Cianjur Raya, Sandi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tim medis langsung melakukan penanganan darurat dan observasi intensif terhadap seluruh pasien setibanya di IGD.
“Empat pasien masuk dengan keluhan utama lemas dan muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dilakukan penanganan sesuai prosedur kegawatdaruratan,” ujar Sandi, Jumat (23/1/2026).
Dari empat pasien tersebut, satu orang berinisial IK (50) dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Kamis pagi (22/1/2026). Sementara dua pasien lainnya, YN (41) dan AY (43), masih menjalani perawatan inap karena kondisi kesehatannya belum sepenuhnya stabil.
Nasib berbeda dialami WS (65). Kondisi korban dilaporkan memburuk beberapa jam setelah dirawat sehingga harus dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) pada Kamis dini hari. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis sore sekitar pukul 18.40 WIB.
“Pasien WS memiliki riwayat penyakit lambung yang diduga memperparah dampak keracunan,” tambahnya.
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Mekarsari menggunakan ambulans jenazah RSUD Sayang Cianjur Raya.
Atas peristiwa tersebut, pihak rumah sakit mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi jamur liar yang tumbuh di alam bebas karena berpotensi mengandung racun berbahaya.
“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati. Jamur liar yang tidak dikenali secara pasti sangat berisiko dan dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegas Sandi.
(Bet)













