Hallonusantara.com || BANDUNG – Pemprov Jabar gelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan RPJMD 2025 – 2029, pada Selasa 18/3/2025 yang diselenggarakan di Kantor Bappeda Kota Bandung.
Forum dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman, dengan dihadiri oleh kepala Bappeda Kabupaten/Kota se – Jawa Barat, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat baik secara langsung maupun during.
Dalam sambutannya, Sekda Herman menekankan penyusunan RPJMD harus berlandaskan empat pisau analisis utama, yaitu aspek historis, yuridis, sosiologis, dan strategis.
” Keempat aspek ini menjadi panduan dalam merumuskan kebijakan pembangunan lima tahun kedepan, guna menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi terdepan di Indonesia, ” kata Herman.
Herman menegaskan, RPJMD 2025 – 2029 harus berlandaskan hukum yang berlaku, dan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi berbagai tantangan sosial di Jawa Barat.
” RPJMD 2025 – 2029 dirancang untuk menjawab berbagai tantangan sosial dengan program – program yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Barat. Untuk itu RPJMD harus berlandaskan pada hukum yang berlaku, berorientasi pada kesejahteraan dan kemakmuran, ” tandas Herman.
Dijelaskan Herman, bahwa Pemprov Jabar telah memulai mekanisme pergeseran anggaran untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan elektrifikasi agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat.
” Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran melalui berbagai program yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
(Agus HD)













