Hallonusantara.com || Cianjur — Pengembangan energi panas bumi atau geothermal dinilai tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik nasional, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah proyek. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ir. Pri Utami, dalam wawancara khusus bersama media Hallonusantara.com, Minggu, 24 Mei 2026.
Pri Utami menjelaskan, aktivitas ekonomi sudah mulai muncul sejak tahap awal proyek geothermal dijalankan. Tahapan survei, pengeboran, hingga konstruksi disebut membutuhkan berbagai jasa pendukung yang dapat melibatkan masyarakat sekitar lokasi proyek.
Menurut dia, kebutuhan tersebut meliputi usaha penginapan, katering, jasa laundry, kebersihan, transportasi, hingga tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional lapangan.
“Artinya menciptakan lapangan pekerjaan baru,” kata Pri Utami.
Ia mengatakan, apabila proyek telah memasuki tahap operasional, masyarakat juga berpotensi memperoleh pasokan listrik yang lebih stabil karena bersumber dari energi lokal yang bersifat berkelanjutan dan rendah emisi.
Pasokan listrik tersebut, kata dia, dinilai penting untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, usaha mikro dan kecil, perkantoran, sektor pariwisata, hingga kegiatan industri di daerah.
Selain menghasilkan energi listrik, Pri Utami menjelaskan panas dan uap dari aktivitas geothermal juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kebutuhan lain. Pemanfaatan itu antara lain untuk pengeringan hasil pertanian, budidaya perikanan, pengembangan pertanian hortikultura, hingga pemanasan kolam renang dan fasilitas penginapan di kawasan wisata.
Ia menuturkan, pengoperasian lapangan panas bumi dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) juga membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai keahlian, mulai dari tenaga teknis, operator lapangan, hingga posisi manajerial.
Karena itu, menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar proyek menjadi hal penting agar masyarakat lokal dapat ikut terlibat dalam aktivitas industri panas bumi.
“Bila PLTP telah beroperasi dan mendatangkan keuntungan bagi operator maka dapat diterapkan pembagian bonus produksi kepada daerah,” ujar Pri Utami.
Ia berharap bonus produksi dari kegiatan geothermal nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan warga di sekitar wilayah proyek.
(Bet)













