Hallonusantara.com || Cianjur – Harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, terpantau kembali stabil setelah sempat mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Aktivitas perdagangan pun kini berjalan normal dengan ketersediaan stok yang dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala UPTD Pasar Cipanas, Epra Haryono, S.H., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga sembako di Pasar Cipanas sudah kembali ke harga normal setelah periode lonjakan harga menjelang Idul Fitri.
“Secara umum harga kebutuhan pokok sudah kembali stabil. Stok barang di Pasar Cipanas juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Epra saat kegiatan silaturahmi dan dialog bersama aparat kewilayahan terkait perkembangan harga sembako, belum lama ini.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga, terutama pada minyak goreng premium. Selain mengalami kenaikan harga, ketersediaan minyak goreng jenis tersebut juga mulai terbatas di tingkat pedagang.
Sementara itu, untuk minyak goreng subsidi dari pemerintah, harga masih relatif stabil sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, distribusi minyak goreng subsidi masih mengalami kendala sehingga pasokannya di pasaran belum sepenuhnya merata.
Faktor lain yang turut mempengaruhi harga minyak goreng adalah meningkatnya harga bahan plastik kemasan yang naik sekitar 20 hingga 30 persen. Kenaikan biaya kemasan tersebut berdampak pada harga jual minyak goreng di tingkat distributor hingga pedagang.
Di sisi lain, minyak goreng kemasan besar dengan sistem kompan masih berada dalam kondisi relatif normal dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di Pasar Cipanas tetap berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Aparat kewilayahan bersama instansi terkait juga terus melakukan monitoring secara berkala guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, terutama setelah momentum Hari Raya Idul Fitri.
(Bet)













