DaerahPeristiwa

Heboh Makanan Berbelatung di Program MBG Cianjur: 2.299 Porsi Diselidiki, Dinkes Akui Standar Dapur SPPG Masih Bermasalah

51
×

Heboh Makanan Berbelatung di Program MBG Cianjur: 2.299 Porsi Diselidiki, Dinkes Akui Standar Dapur SPPG Masih Bermasalah

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Kasus makanan berbelatung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur memicu perhatian serius pemerintah daerah. Video yang memperlihatkan menu makanan siswa diduga berisi belatung viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua siswa.Jumat (10/4/2026)

Insiden makanan berbelatung pada program Makan Bergizi Gratis di SDN Cisarandi 1 Warungkondang menjadi sorotan publik setelah video temuan tersebut menyebar luas. Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satgas MBG langsung melakukan pemeriksaan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bagi ribuan siswa.

Investigasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur bersama Dinas Pangan, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan. Selain itu, pihak SPPG sebagai penyedia makanan program MBG serta SDN Cisarandi 1 sebagai penerima manfaat program juga turut dimintai keterangan.

Peristiwa makanan berbelatung pada menu siswa SDN Cisarandi 1 diduga terjadi pada Selasa (7/4/2026) dan menjadi viral setelah video tersebut beredar di media sosial. Pemerintah daerah kemudian melakukan inspeksi dan investigasi lapangan pada Kamis (9/4/2026) untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.

Kasus ini terjadi di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, dengan sumber makanan berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan 2.299 porsi makanan program Makan Bergizi Gratis kepada siswa di wilayah tersebut.

Hasil supervisi sementara dari Dinas Kesehatan Cianjur menemukan adanya sejumlah kekurangan pada fasilitas dapur SPPG, termasuk sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang pengemasan makanan, serta ruang pencucian peralatan dapur yang belum sepenuhnya memenuhi standar regulasi terbaru keamanan pangan.

Selain itu, muncul kejanggalan terkait perbedaan menu makanan dalam video viral. Berdasarkan keterangan pihak SPPG, menu resmi yang didistribusikan pada hari kejadian seharusnya tahu, ayam, sayuran, dan buah, namun dalam video terlihat telur goreng yang diduga mengandung belatung.

Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur SPPG, sistem pengemasan, hingga distribusi makanan siswa. Investigasi juga menelusuri kemungkinan adanya ketidaksesuaian paket makanan dari total 2.299 porsi yang didistribusikan.

“Kami masih mendalami bagaimana bisa muncul satu paket makanan yang berbeda dari ribuan paket lainnya. Ini sedang kami telusuri apakah ada celah dalam distribusi atau faktor lainnya,” ujar dr. I Made Setiawan.

Hasil investigasi lengkap terkait kasus makanan berbelatung di program Makan Bergizi Gratis Cianjur dijadwalkan akan diumumkan pekan depan, sekaligus menentukan rekomendasi perbaikan maupun sanksi jika ditemukan kelalaian.

Sementara itu, Kepala SDN Cisarandi 1, Muhamad Saepudin, menyatakan pihak sekolah memilih menyelesaikan persoalan ini secara bijak dengan mengedepankan perbaikan sistem.

“Kami tidak ingin saling menyalahkan. Sekolah hanya penerima manfaat program. Harapan kami, pihak dapur dapat lebih cepat merespons keluhan dan meningkatkan kualitas kemasan serta menu makanan siswa,” ujarnya.

Saat ini kegiatan belajar mengajar di SDN Cisarandi 1 Warungkondang tetap berjalan normal, sementara pemerintah daerah memastikan standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis di Cianjur diperketat agar insiden serupa tidak terulang.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses