Daerah

” Ketua PT Bandung Bongkar Identitas 3 Pejabat PN Depok yang Terjaring OTT KPK: Ketua hingga Juru Sita “

48
×

” Ketua PT Bandung Bongkar Identitas 3 Pejabat PN Depok yang Terjaring OTT KPK: Ketua hingga Juru Sita “

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Depok – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Hery Supriyono, mengungkap identitas tiga pejabat Pengadilan Negeri (PN) Depok yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (5/2/2026).

Menurut Hery, tiga pejabat tersebut masing-masing adalah Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, serta seorang juru sita.

Hery mendatangi langsung kantor PN Depok pada Jumat (6/2/2026) siang untuk melihat kondisi internal pasca OTT KPK.
Ia mengaku pimpinan lembaga peradilan, mulai dari PT hingga Mahkamah Agung, merasa prihatin atas peristiwa tersebut.

“Pimpinan dari PT sampai MA juga prihatin dan terpukul,” ujar Hery saat ditemui di area PN Depok usai salat Jumat.

Ia menegaskan, pimpinan peradilan selama ini telah berupaya mencegah terjadinya praktik pelayanan hukum yang bersifat transaksional.
Pimpinan juga sudah berupaya mencegah supaya adik-adik kita tidak terjadi pelayanan-pelayanan yang sifatnya transaksional,” sambungnya.

Terkait proses hukum, Hery menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum dan berkomitmen untuk bersikap proaktif serta kooperatif.

Ia juga mengungkapkan kedatangannya ke PN Depok sebagai bentuk dukungan moril kepada para pegawai yang terdampak secara psikologis akibat peristiwa tersebut.
Adik-adik kita ini sangat terpukul dengan adanya peristiwa itu,” katanya.

OTT KPK di PN Depok
Sementara itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa OTT dilakukan setelah penyidik memergoki transaksi uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum (APH).

“Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan,” ujar Asep, Jumat (6/2/2026).

“Ada delivery, ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada pihak aparat penegak hukum,” sambungnya.

Asep mengungkapkan secara garis besar transaksi tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan sengketa lahan di Depok yang melibatkan Bambang Setyawan (BS).

 

[ Valen ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses