Daerah

Penghijauan PDIP Cianjur Jadi Alarm Kerusakan Lingkungan, Dugaan Alih Fungsi Hutan Puncak Simun Disorot

40
×

Penghijauan PDIP Cianjur Jadi Alarm Kerusakan Lingkungan, Dugaan Alih Fungsi Hutan Puncak Simun Disorot

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur menanam ratusan pohon di bantaran Sungai Kampung Ciwalen Legok, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Rabu (11/2/2026). Aksi penghijauan ini tidak hanya sebagai langkah mitigasi bencana, tetapi juga menjadi sorotan terhadap dugaan alih fungsi hutan di kawasan Dataran Puncak Simun yang dikhawatirkan memicu potensi longsor.

Kegiatan penanaman dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, didampingi Ketua PAC setempat, Hj. Ati, bersama kader partai dan masyarakat. Lokasi penanaman dipusatkan di sekitar Jembatan Bojong yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan tanah serta mencegah erosi di bantaran sungai.

Dalam kegiatan tersebut, PDIP Cianjur memperkenalkan program “Wali Pohon”, yakni sistem penanggung jawab perawatan pohon secara individu untuk memastikan tanaman tumbuh dan terpelihara secara berkelanjutan. Jenis pohon yang ditanam didominasi tanaman kayu keras seperti mahoni dan rasamala yang memiliki daya tahan kuat serta manfaat ekologis jangka panjang.

Susilawati yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur menegaskan, gerakan penghijauan merupakan investasi lingkungan sekaligus langkah konkret dalam mengantisipasi potensi bencana alam.

“Penanaman pohon ini merupakan investasi untuk generasi mendatang. Sistem wali pohon kami dorong untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama,” ujar Susilawati.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Sukaresmi, Hj. Ati, menegaskan kegiatan tersebut merupakan program berkelanjutan yang akan terus diawasi secara rutin.

“Setiap wali pohon bertanggung jawab memantau pertumbuhan tanaman. Jika ada pohon mati, akan langsung diganti. Ini bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Kegiatan penghijauan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai langkah penanaman pohon dapat membantu memperkuat struktur tanah sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Namun, di tengah kegiatan penghijauan, muncul kekhawatiran dari sebagian masyarakat Desa Cibanteng terkait dugaan alih fungsi hutan di kawasan Dataran Puncak Simun atau yang dikenal sebagai Guling Munding. Warga menilai perubahan fungsi lahan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko longsor serta merusak keseimbangan ekosistem.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Cianjur dapat melakukan pengawasan ketat serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan dan daerah resapan air.

Program penghijauan yang digagas PDIP Cianjur dinilai sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan alam, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendorong gerakan pelestarian hutan dan pencegahan bencana secara berkelanjutan di Kabupaten Cianjur.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses