Hallonusantara.com || CIANJUR – Dinamika pro dan kontra rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) panas bumi atau geotermal di kawasan Gunung Gede semakin mengemuka. Perbedaan sikap tersebut terlihat jelas melalui pemasangan berbagai spanduk dan banner yang dibentangkan di sepanjang jalur Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Minggu (28/12/2025).
Sejumlah spanduk yang terpasang menyuarakan dukungan terhadap proyek geotermal sebagai sumber energi terbarukan nasional. Narasi yang ditampilkan antara lain menekankan pentingnya swasembada energi, dukungan terhadap kebijakan Asta Cita Pemerintah Indonesia, serta harapan peningkatan perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan energi panas bumi.
Pesan-pesan dukungan tersebut antara lain menyerukan agar masyarakat tidak terprovokasi dan mendukung PSN geotermal sebagai bagian dari upaya kemandirian energi nasional. Geotermal dinilai sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan dan strategis bagi masa depan ketahanan energi Indonesia.
Di sisi lain, spanduk bernada penolakan juga bermunculan. Kelompok yang menyatakan sikap kontra menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak negatif proyek, terutama yang diklaim dapat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar. Berbagai alasan penolakan disuarakan, meski tidak disertai identitas terbuka dari pihak-pihak yang memasangnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber yang dihimpun wartawan, dengan identitas dirahasiakan demi keamanan, kelompok masyarakat yang mendukung proyek menegaskan tidak terpengaruh oleh aksi-aksi penolakan tersebut.
“Kami ingin masyarakat di sini maju. Kami memahami bahwa energi terbarukan seperti geotermal memiliki banyak manfaat dan keuntungan untuk jangka panjang,” ujar salah satu narasumber.
Dukungan serupa juga disampaikan seorang petani yang mengelola lahan pertanian di wilayah Ciguntur. Ia menilai keberadaan proyek geotermal berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan yang selama ini dibutuhkan masyarakat.
“Kami butuh akses jalan yang baik untuk pertanian. Itu salah satu alasan kami mendukung geotermal. Soal pro dan kontra, itu hal yang wajar dalam pembangunan,” ujarnya.
Hingga saat ini, perbedaan pandangan terkait rencana PSN geotermal di Gunung Gede masih terus berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memastikan proses sosialisasi, transparansi, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Bet)













