DaerahKesehatan

Puluhan Karung Limbah Usus Ayam Dibuang di Permukiman Warga Cianjur, Bau Menyengat Picu Kekhawatiran Penyakit

23
×

Puluhan Karung Limbah Usus Ayam Dibuang di Permukiman Warga Cianjur, Bau Menyengat Picu Kekhawatiran Penyakit

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur — Temuan puluhan karung limbah usus ayam yang dibuang sembarangan di Kampung Gempol, Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, memicu keresahan warga. Limbah organik tersebut diduga dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab pada Sabtu (2/5) dini hari, di area jalan yang relatif sepi dari aktivitas masyarakat.

Keberadaan limbah bangkai usus ayam di lingkungan permukiman itu langsung menimbulkan bau menyengat yang menyebar ke rumah-rumah warga sekitar. Selain mencemari lingkungan, warga juga mengkhawatirkan potensi penyebaran penyakit akibat limbah organik yang membusuk, terlebih karena lokasi pembuangan berada tidak jauh dari hunian masyarakat.

Salah seorang warga Kampung Gempol, Unang (55), mengatakan bau tidak sedap mulai tercium sejak pagi hari setelah karung-karung berisi limbah tersebut ditemukan di pinggir jalan lingkungan. Warga menduga pembuangan limbah usus ayam dilakukan pada malam hari ketika kondisi sekitar sepi.

“Bau sudah terasa sejak pagi. Kemungkinan dibuang antara Jumat malam atau Sabtu dini hari. Baunya sangat menyengat, terutama saat malam dan ketika angin bertiup. Kami khawatir kondisi ini bisa menimbulkan penyakit,” ujar Unang kepada wartawan, Minggu (3/5).

Selain bau menyengat, warga juga mengeluhkan banyaknya lalat yang datang akibat limbah bangkai ayam tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan.

Ketua RW 05 Kampung Gempol, Ali, membenarkan adanya laporan warga terkait pembuangan limbah usus ayam di wilayah permukiman. Ia menyebut keluhan utama masyarakat adalah bau menyengat serta meningkatnya populasi lalat di sekitar lokasi.

“Laporan masuk sejak pagi, terutama dari warga RT 003. Bau tidak sedap sangat terasa dan lalat juga banyak. Kami belum mengetahui siapa pelakunya, tetapi ada kamera CCTV milik pabrik yang mengarah ke jalan lokasi pembuangan. Rekamannya akan kami cek,” kata Ali.

Menurut Ali, pihak lingkungan setempat meminta pelaku pembuangan limbah ayam segera bertanggung jawab dengan mengangkut kembali limbah tersebut dari lokasi. Jika tidak ada tindakan, pihaknya berencana melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kalau tidak segera diangkut, kami akan melaporkannya ke pihak berwajib karena ini berpotensi membahayakan kesehatan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Karangtengah, Dony Herdyana, mengatakan pemerintah kecamatan telah menerima laporan terkait pembuangan limbah usus ayam di Desa Babakancaringin. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menelusuri identitas pelaku.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Penanganan harus didukung data dan bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Dony.

Ia menambahkan, pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur guna menangani persoalan pembuangan limbah organik secara ilegal tersebut.

“Limbah bangkai seperti ini tidak boleh dibuang sembarangan, termasuk ke tempat pembuangan akhir. Limbah harus dikelola oleh pihak peternakan atau pelaku usaha sesuai aturan pengelolaan limbah. Jika nanti ada bukti, seperti identitas kendaraan pelaku, tentu akan ditindaklanjuti bersama aparat,” katanya.

Hingga saat ini, warga berharap limbah usus ayam yang dibuang di lingkungan permukiman Kampung Gempol segera diangkut dan dibersihkan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun pencemaran lingkungan yang lebih luas.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses