Gerbang Desa

Gagal Sepakat: Relokasi PKL Pasar Cipanas Memicu Protes Warga

104
×

Gagal Sepakat: Relokasi PKL Pasar Cipanas Memicu Protes Warga

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – Sosialisasi pemerintah desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, mengenai program penertiban pedagang kaki lima (PKL) di jalur pasar Cipanas, menimbulkan kontroversi. Program ini dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan yang diakibatkan ketidakpatuhan parkir angkutan umum dan penempatan PKL di jalan tersebut.

Pihak Porkopinda dan Porkopincam berencana merelokasi PKL ke lokasi Kuliner Pos 55 di RT 01/01 Kampung Belakang Kidul, tetapi warga di sana menolak, karena belum ada kesepakatan antara warga, PKL, dan pemerintah. Selasa 18 Februari 2025.

Nyanyang Kurnia Sanusi, Kepala Desa Sindanglaya, mengungkapkan, “Sosialisasi dari Porkopinda dan Porkopincam terlambat atau mendadak. Sebagai kepala desa, saya mendukung program pemerintah ini, tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan warga Sindanglaya, terutama RT 01/01 Kampung Belakang Kidul. Karena itu, diperlukan evaluasi atau kajian ulang dan studi kelayakan yang memadai agar tidak ada pihak yang dirugikan,” terangnya.

Dr. M Irvan Sopyan, Kasat Pol PP & Damkar Kab. Cianjur, menyatakan, “Kami harus menertibkan PKL yang melanggar peraturan. Solusi kami adalah relokasi ke Pos 55, di mana tidak ada angkot lagi. Tempat itu bisa menjadi destinasi wisata yang menguntungkan PKL dan warga sekitar. Meski ada perbedaan pandangan, kami berharap keputusan tersebut adalah yang terbaik, dan itu merupakan takdir Allah,” pungkasnya.

Yudi, koordinator PKL Pasar Cipanas, menambahkan, “Kami setuju direlokasikan ke wilayah Desa Sindanglaya, tepatnya di Pos 55, tetapi warga belum memastikan sikap mereka, apakah menolak atau setuju. Saat ini belum ada keputusan final, dan pedagang takut terjadi benturan dengan warga meski ada pengawalan di lokasi,” terangnya.

Foto : Warga lagi intensif mencari kata mufakat dengan Porkopinda dan Porkopincam.

Lebih lanjut, Yudi menyatakan kepada kepala desa Cipanas bahwa setelah pembangunan depan selesai, yang termasuk wilayah desa Cipanas, semua PKL akan dipindahkan ke lokasi baru tersebut. Namun, sampai sekarang pembangunan itu belum selesai. “Kemarin saya sudah berbicara dengan kepala desa, tergantung pengembang, tapi hingga kini lokasinya belum diapa-apain,” kata Yudi kecewa.

Noto Lintadanu, warga Kampung Belakang Kidul, juga menegaskan, “Kami mendukung relokasi PKL ke lokasi yang katanya sudah sesuai di Desa Sindanglaya. Tetapi, mencari lokasi lain tetap di wilayah Desa Cipanas, karena banyak dampak negatif jika dilanjutkan di tempat kami sekarang. Kami telah membuat petisi, dan semua warga sepakat menolak pemindahan ini,” imbuhnya.

Keputusan mengenai relokasi masih belum diterima, dengan warga dan pedagang tetap mengajukan keberatan, sekaligus menunggu musyawarah lebih lanjut untuk mencapai solusi terbaik bagi semua pihak.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses