Nasional

Pererat Kerja Sama Digital, Menkomdigi Sambut Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Jelang Kunjungan Presiden Macron

144
×

Pererat Kerja Sama Digital, Menkomdigi Sambut Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Jelang Kunjungan Presiden Macron

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com | Jakarta – Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang kini memasuki usia ke-75. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara telah menjalin kemitraan erat di berbagai bidang, termasuk teknologi digital yang kini menjadi fokus strategis bersama.

Salah satu pencapaian penting dari kolaborasi ini adalah penyelesaian proyek Pusat Data Nasional 1 (PDN-1), yang menjadi simbol kemitraan unggulan antara Indonesia dan Prancis. Setelah peletakan batu pertama pada Oktober 2022, proyek ini telah rampung dan memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO).

Untuk menjamin keamanan dan keandalan PDN-1, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada Rabu (09/04/2025), Menteri Komdigi Meutya Hafid menerima kunjungan Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri dan Warga Prancis di Luar Negeri, Laurent Saint-Martin. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada bulan Mei mendatang.

Meutya Hafid menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Prancis serta kontribusi perusahaan multinasional asal Prancis dalam keberhasilan proyek PDN-1. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama di bidang teknologi digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital kedua negara.

“Kerja sama erat antara Pemerintah Indonesia dan Prancis, khususnya di sektor teknologi digital, mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan inovasi melalui kolaborasi yang kokoh,” ungkap Meutya.

Menanggapi hal tersebut, Laurent Saint-Martin menyoroti sejarah panjang hubungan Indonesia–Prancis dan potensi besar yang masih bisa dieksplorasi, khususnya di bidang teknologi.

“Kolaborasi di bidang digital tak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat kedua negara,” ujarnya.

Kunjungan kenegaraan Presiden Macron diharapkan dapat membuka babak baru dalam kemitraan strategis, terutama dalam pengembangan teknologi, ekonomi digital, dan keamanan siber, sejalan dengan visi kedua negara dalam menghadapi era transformasi global. (Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses