Peristiwa

Miris! Selepas Persalinan Sempat Tidur Di Lahan Parkir RS, Kini Pasutri Di Lampung Butuh Uluran Tangan Dermawan

123
×

Miris! Selepas Persalinan Sempat Tidur Di Lahan Parkir RS, Kini Pasutri Di Lampung Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || LAMPURA – Sungguh prihatin kisah nasib yang dialami pasangan suami istri (Pasutri-red) yang bernama Nasip (50) dan Suminah (33) warga Sinar Banten, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara.

Diketahui, selepas persalinan (Suminah-red) dengan cara Operasi Cesar di RS Handayani Kotabumi yang ditanggung BPJS, keduanya sempat terlantar dan harus tidur di lahan parkiran RS karena diduga karena tidak mempunyai uang sepeserpun.

Nasib Pasutri malang tersebut akhirnya ditemukan dan mendapat bantuan oleh salah seorang Masyarakat bernama Dewi saat dirinya membesuk Keluarganya di Rumah Sakit Handayani, yang kemudian dikemukakan kepada awak media.

“Berawal dari mendengar obrolan-obrolan keluarga di RS Handayani. Mendengar ada pasien yang melahirkan, kelaparan dan terlantar, tidur di parkiran RS Handayani tanpa ada sanak family yang perduli dan membantu mereka, membuat merasa iba,” ungkap Dewi.

Dewi juga mengatakan, karena tak tega melihat kedua Pasutri tersebut dirinya berinisiatif membantu dan membawa pulang untuk tinggal sementara di rumahnya, jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanjung Harapan, No. 209 RT. 03 Lk. 06, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (01/04/2023).

Nasip, Suami dari Suminah kink sangat mengharapkan kepedulian Pemerintah Daerah, Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres Lampung Utara serta Para Dermawan di Kabupaten Lampung Utara untuk dapat membatu meringankan penderitaannya.

“Saya orang susah Pak, uang tidak ada bahkan untuk sekarang makan dan minum saja engga ada, jadi saya mahon pertolongan. Terlebih biaya anak saya di RS dan nanti kami. Saya mohon ke para pejabat dan orang yang baik hati, untuk membantu meringankan kesusahan kami,” ucap Nasip.

Lebih lanjut Nasip menjelaskan, Anaknya kini masih di RS Handayani, belum boleh dibawa pulang karena lahir dengan berat 1.6 Kg.

“Kami tidur di parkiran Rumah Sakit Handayani untuk menunggu anak kami sampai boleh dibawa pulang, sementara saya dan istri dan kedua anak saya belum makan karena tidak ada uang, untung saja ada Ibu Dewi yang mau berbaik hati membantu kami memberikan makan dan tempat tinggal. Saya mengucapkan beribu terimakasih kepada Ibu Dewi yang sudah membantu kami,” tuturnya.

Selanjutnya awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Ogan Jaya, Andi Fauzan, untuk menanyakan kebenaran domisili tempat tinggal pasangan suami istri tersebut.

“Iya benar itu warga Saya, cuma mereka tidak berdomisili lagi di Desa Ogan Jaya, RT dan Pak Kadus aja tidak tau saat ini keberadaan mereka di mana,” ungkap Andi saat dihubungi. (Duta Anggara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses