Ragam  

Proyek Pemagaran SDN Sukawijaya 02 Tambelang Di Duga Tidak Sesuai Dengan Juklak Dan Juknis

Hallonusantara.com || Bekasi – Proyek Pemagaran dan Gapura Pintu Gerbang SDN Sukawijaya 02, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang saat ini masih dalam proses pengerjaan, diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), Minggu (13/11) 2022.

Anggota DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi dalam pantauannya, menemukan matrial besi yang diduga tidak sesuai yang ada digambar, dan para pekerja abaikan K3 atau alat pelindung diri, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Mustika Wijaya Kusuma, dengan nilai anggaran Rp.134.337.872.66,- (Seratus tiga puluh empat juta tiga ratus tiga puluh tujuh ribu delapan ratus tujuh puluh dua koma enam puluh Rupiah), sumber dana dari Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang.

Selain itu, masih dari hasil pantauan pantauan LSM Prabhu dilokasi pengerjaan proyek pemagaran SDN Sukawijaya 02, terlihat para pekerjanya tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti mulai dari rompi proyek, helm hingga sepatu boot pun tidak ada yang memakai, diduga kontraktor mengabaikan managemen Keamanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menyikapi hal tersebut N. Rudiansah Ketua DPD LSM PRAHBU Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi mengatakan, kalau proyek tersebut diduga sudah menyalahi perencanaan pada gambar dan anggaran yang sudah dikucurkan oleh pemerintah.

“Karena kami sudah lihat langsung ke lokasi dan kami foto ukuran besi yang digunakan diduga tidak sesuai spek untuk kontruksi pagar, saya rasa pelaksanaan ini diduga ingin mencari keuntugan semata, hal ini terlihat pada pemasangan ring cincin pada tiang terlihat jelas jarak ring cicinnya berpariasi,mulai dari 18cm sampai 24cm jarak per cincinnya,” ungkapnya.

“Kita menduga proyek tersebut tidak sesuai dengan juklak dan juknis, pihak pemborong hanya ingin meraup keuntungan yang lebih besar dengan cara mengurangi kuwalitas dan kuwantitas besinya, masalah ini akan kami konfirmasi ke dinas terkait baik secara lisan atau tulisan,” ucap N. Rudiansah.

Sampai berita ini tayang pihak pelaksana belum bisa ditemui untuk dimintai keterangannya, karena menurut salah satu pekerja, pelaksananya belum datang kelokasi.(An)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments