Daerah

Keracunan Massal MBG di Cianjur, Bupati Bentuk Satgas Khusus dan Libatkan BGN

166
×

Keracunan Massal MBG di Cianjur, Bupati Bentuk Satgas Khusus dan Libatkan BGN

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Kasus keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa di Kecamatan Cugenang ini membuat puluhan murid harus mendapatkan penanganan medis. Insiden tersebut memicu kekhawatiran serius publik, mengingat program MBG seharusnya menjamin asupan sehat, bukan sebaliknya.

Menanggapi hal itu, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian menegaskan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia memastikan akan berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan menggandeng Forkopimda serta seluruh SPPG untuk membahas langkah darurat.

“Besok atau paling lambat Senin, kami gelar rapat koordinasi. Semua pihak duduk bersama mencari solusi agar peristiwa keracunan tidak terulang,” ujar Bupati Wahyu usai upacara Hari Perhubungan Nasional ke-55 di Kantor Dishub Cianjur, Jumat (26/9/2025).

Bupati menyebut, Pemkab akan membentuk Satgas Khusus Pengawasan Makanan. Satgas ini bertugas memastikan makanan yang masuk program MBG maupun konsumsi publik benar-benar aman dan terkontrol kualitasnya.

“Langkah cepat harus dilakukan. Evaluasi total akan kami jalankan, kemudian Satgas khusus dibentuk untuk melakukan pengawasan dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Di sisi lain, bertepatan dengan ulang tahun Dinas Perhubungan (Dishub) ke-55, Wahyu juga menyoroti persoalan penataan terminal, penerangan jalan umum, dan parkir yang kerap dikeluhkan warga.

“Rata-rata keluhan parkir terjadi di ruas jalan nasional, di luar kewenangan pemda. Namun, kami akan bersurat ke pemerintah pusat agar diberikan kewenangan untuk penataan dan penertiban,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Cianjur, Aris Haryanto, menambahkan pentingnya SKPD peka terhadap keluhan masyarakat. Saat ini, katanya, parkir dikelola di 19 titik plus parkir khusus. Penarikan distribusinya tengah dioptimalkan, dan seluruh petugas parkir akan diberi pembinaan ulang.

“Kita harus responsif terhadap kritik masyarakat. Ke depan, pengelolaan parkir akan ditingkatkan, dan pembinaan petugas akan lebih ketat karena ada target yang harus dicapai,” ujar Aris.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses