Hallonusantara.com | CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Kampung Tugu Neglasari RT 04/05, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) sore.
Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana longsor yang terjadi pada Selasa (3/2/2026) akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Peninjauan berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB dan dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifa’i Ansori, Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Iwan Karyadi, Kepala Dinas Sosial Teddy Artiawan, Ketua Baznas Cianjur H. Tata, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Cepi Rahmat Fadiana, Danramil 0608-12/Campaka Kapten CKE Ijudin, Camat Campakamulya Acep Sopandi, Kapolsek Campaka AKP Nayan Munte, Kepala Desa Campakawarna, serta unsur masyarakat.
Dalam keterangannya, Bupati Cianjur mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan sedang hingga tinggi yang berpotensi memicu longsor susulan.
“Warga diminta selalu siaga dan segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah maupun retakan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Wahyu Ferdian.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga merencanakan penanaman pohon keras di sekitar lokasi longsor guna memperkuat struktur tanah serta mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Selain itu, Bupati menginstruksikan pemerintah desa untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut. Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penanganan darurat sekaligus perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
(Bet)













