DaerahOrganisasiSosial

Karang Taruna dan Pemdes Cipanas Bergerak Pulihkan Korban Kebakaran Kampung Pasekon

54
×

Karang Taruna dan Pemdes Cipanas Bergerak Pulihkan Korban Kebakaran Kampung Pasekon

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || Cianjur – Pasca kebakaran permukiman padat di Kampung Pasekon, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Pemerintah Desa (Pemdes) Cipanas terus melakukan berbagai langkah pemulihan bagi warga terdampak. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu subuh, 28 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 WIB itu menghanguskan 12 rumah warga dan berdampak pada 21 kepala keluarga (KK) atau sekitar 51 jiwa.

Peristiwa kebakaran Kampung Pasekon Cipanas terjadi saat sebagian besar warga masih beristirahat. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di kawasan permukiman padat penduduk di Cipanas. Warga bersama petugas pemadam kebakaran berupaya melakukan pemadaman sekaligus menyelamatkan barang-barang milik warga agar api tidak semakin meluas.

Dalam upaya membantu korban bencana kebakaran di Desa Cipanas, Karang Taruna Kecamatan Cipanas turut membuka posko peduli dan penggalangan dana sejak 30 Maret 2026. Penggalangan bantuan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari relawan, organisasi kepemudaan, hingga lembaga pemerintahan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipanas, Rislan Septian, Amd., menjelaskan bahwa bantuan berhasil dihimpun melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Relawan Tanggap Bencana (Retana), Ormas Pemuda Pancasila, organisasi kepemudaan (OKP), komunitas masyarakat, serta lembaga pemerintahan yang turut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada para korban bertepatan dengan kunjungan Wakil Bupati Cianjur bersama Anggota DPRD Kabupaten Cianjur H. Usep Setiawan, MH, yang didampingi oleh Kepala Desa Cipanas dalam kegiatan penyaluran bantuan di lokasi bencana.

“Alhamdulillah Karang Taruna bisa ikut berkontribusi membantu para korban bencana kebakaran. Mudah-mudahan bantuan ini memberikan manfaat bagi warga terdampak. Ini merupakan komitmen kami untuk terus hadir membantu masyarakat sebagai bentuk pengabdian sosial kepada warga Kecamatan Cipanas, khususnya korban kebakaran di Kampung Pasekon,” ujar Rislan.

Sementara itu, Kepala Desa Cipanas, M. Agus Sahputra, S.Sy., pada Selasa (1/4/2026) menjelaskan bahwa sejak hari pertama kejadian kebakaran di Desa Cipanas Cianjur, masyarakat bersama berbagai pihak langsung bergerak memberikan bantuan kepada para korban.

Menurutnya, solidaritas warga terlihat dari semangat gotong royong yang muncul setelah kejadian, termasuk dengan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban kebakaran Cipanas.

“Sejak hari pertama kejadian, warga masyarakat langsung bahu-membahu membantu korban. Selain tenaga dan pikiran, mereka juga menyiapkan dapur umum sehingga para korban bisa langsung mendapatkan makanan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, penanganan korban kebakaran di Kampung Pasekon Cipanas juga melibatkan berbagai instansi pemerintah dan relawan, seperti petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Cipanas, yang bersama-sama menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai lembaga sosial, termasuk Yayasan Al Huda dan pengurus Masjid Al Huda Cipanas yang sejak awal membantu kebutuhan korban, mulai dari penyediaan makanan hingga kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang terdampak bencana kebakaran di Desa Cipanas.

Tidak hanya bantuan logistik, komunitas sosial Alam Sunda Peduli juga menyalurkan bantuan finansial sekitar Rp5 juta untuk setiap kepala keluarga korban kebakaran Kampung Pasekon. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Pemdes Cipanas memastikan bahwa saat ini para korban kebakaran Kampung Pasekon tidak lagi berada di lokasi pengungsian. Sebagian korban telah tinggal sementara di rumah kontrakan maupun di rumah keluarga sambil menunggu proses pemulihan serta rencana pembangunan kembali rumah yang terbakar.

Selain penanganan kebutuhan logistik, pemerintah desa bersama pihak kecamatan juga mempercepat proses pengurusan dokumen administrasi kependudukan korban kebakaran, seperti KTP dan Kartu Keluarga yang ikut hangus dalam peristiwa tersebut.

“Sebagian korban sudah menerima kembali KTP dan Kartu Keluarga dari pihak kecamatan, sementara yang lainnya masih dalam proses. Dokumen ini penting untuk keperluan bantuan dan pembangunan rumah ke depan,” jelas Agus.

Dari sisi kesehatan, beberapa korban sempat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti sakit perut dan pusing akibat kelelahan serta tekanan psikologis pasca kebakaran permukiman di Cipanas Cianjur. Petugas medis dari Puskesmas Cipanas segera memberikan penanganan, bahkan beberapa korban sempat mendapatkan perawatan di IGD Rumah Sakit Cimacan sebelum akhirnya kembali pulih.

Pemerintah Kabupaten Cianjur juga memberikan perhatian terhadap penanganan bencana kebakaran di Desa Cipanas tersebut. Melalui koordinasi lintas dinas, sejumlah organisasi perangkat daerah seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pangan, dan Dinas Kesehatan turut membantu memastikan kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi.

Saat ini posko bantuan korban kebakaran di Kampung Pasekon Cipanas masih beroperasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Dalam waktu sekitar satu minggu ke depan, pemerintah desa bersama relawan berencana melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar sebagai tahap awal sebelum proses pembangunan kembali rumah warga terdampak dilakukan.

Pemdes Cipanas juga terus menggalang bantuan kemanusiaan bagi korban kebakaran Kampung Pasekon, dengan melibatkan RT, RW, organisasi masyarakat, serta warga dari wilayah Cipanas dan sekitarnya yang hingga kini masih memberikan dukungan kepada para korban.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses