Hallonusantara.com || CIANJUR — Program bantuan pangan pemerintah di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur mengalami keterlambatan distribusi setelah terjadi miskomunikasi antar pihak terkait dalam proses penyaluran. Kondisi ini membuat masyarakat yang telah menerima undangan bantuan pangan harus menunggu kepastian pembagian.
Pihak Perum Bulog Cabang Cianjur mengakui adanya kesalahan koordinasi dalam mekanisme penyebaran undangan kepada masyarakat yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Kepala Perum Bulog Cabang Cianjur, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa keterlambatan penyaluran bantuan pangan tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara Bulog, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan aparat desa terkait proses distribusi bantuan.
“Memang ada miskomunikasi antara TKSK, Bulog, dan pihak desa. Ini hanya kesalahpahaman dalam proses penyaluran bantuan pangan,” ujar Sri Wahyuni.Senin.(27/4)
Ia menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antar lembaga menjadi kunci utama agar program bantuan pangan nasional dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Menurut Sri, sesuai prosedur distribusi bantuan pangan pemerintah, penyebaran undangan kepada penerima bantuan seharusnya dilakukan setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas terkait.
Bimtek tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai penggunaan aplikasi pendataan penerima bantuan, termasuk mekanisme pelaporan dan dokumentasi saat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
“Undangan seharusnya disebarkan setelah Bimtek dilaksanakan. Dalam Bimtek itu dijelaskan penggunaan aplikasi untuk pendataan PBP serta dokumentasi saat penyaluran bantuan,” jelasnya.
Dalam mekanisme distribusi bantuan pangan nasional, setiap penerima bantuan diwajibkan melakukan dokumentasi saat menerima bantuan sebagai bagian dari sistem pelaporan program.
Dokumentasi tersebut berupa foto penerima bantuan bersama komoditas yang diterima, yaitu beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter sebagai alokasi bantuan pangan untuk dua bulan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas distribusi bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Namun dalam kasus di Desa Sukatani Kecamatan Pacet, undangan penyaluran bantuan pangan telah lebih dulu tersebar kepada warga sebelum pelaksanaan Bimtek dilakukan.
Akibatnya, masyarakat yang telah menerima undangan mengira bantuan pangan akan segera dibagikan sehingga menimbulkan penantian di tengah warga.
“Karena undangan sudah tersebar, warga menjadi menunggu dan berharap bantuan segera dibagikan. Padahal tahapan administrasinya belum selesai,” ungkap Sri.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa kejadian miskomunikasi dalam penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah kerja Bulog Cianjur.
Wilayah kerja Bulog Cabang Cianjur mencakup beberapa daerah sehingga koordinasi antar petugas menjadi hal penting dalam menjaga kelancaran distribusi bantuan pangan pemerintah.
“Ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tidak pernah ada kendala seperti ini,” katanya.
Terkait jadwal penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Pacet, pihak Bulog menyatakan belum dapat memastikan tanggal distribusi kepada masyarakat penerima bantuan.
Penyaluran masih menunggu kesiapan tahapan administrasi serta mempertimbangkan faktor distribusi di lapangan, termasuk kondisi cuaca.
“Kami belum bisa mencantumkan tanggal penyaluran. Namun jika semua tahapan sudah sesuai prosedur, penyaluran bantuan akan segera dilakukan,” jelas Sri Wahyuni.
Bulog memastikan bahwa hingga saat ini penyaluran bantuan pangan di wilayah Kecamatan Pacet, khususnya Desa Sukatani, masih berada dalam tahap persiapan dan belum dilaksanakan.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat mengenai jadwal pembagian bantuan.
Sebagai langkah evaluasi, pihak Perum Bulog Cabang Cianjur meminta seluruh pihak terkait, baik TKSK maupun aparat desa, untuk memperkuat koordinasi sebelum menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Langkah ini dilakukan agar kejadian miskomunikasi dalam penyaluran bantuan pangan tidak terulang di masa mendatang.
“Ke depan sebelum undangan disebarkan, harus ada komunikasi terlebih dahulu dengan Bulog agar tidak terjadi miskomunikasi seperti ini,” tegas Sri.
Pihak Bulog juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Desa Sukatani Kecamatan Pacet, atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan penyaluran bantuan pangan.
“Kami mohon maaf atas miskomunikasi yang terjadi,” ucap Sri Wahyuni.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu proses penyaluran bantuan yang harus berjalan sesuai ketentuan administrasi serta sistem pendataan penerima bantuan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat bersabar. Penyaluran bantuan harus tertib administrasi dan terukur, baik dari sisi data maupun pembagian komoditas,” pungkasnya.
(Bet)













