HALLO NUSANTARA || JAKARTA — Kebakaran yang melanda Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 7 November 2026, menyisakan persoalan serius terkait keselamatan fasilitas publik. Insiden yang terjadi di area hall selatan lantai dasar itu diduga berkaitan dengan gangguan kelistrikan dan berdampak terhadap enam kios.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi, kejadian ini menjadi perhatian karena berlangsung di salah satu simpul transportasi kereta api dengan aktivitas penumpang yang tinggi.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyebut penyebab kebakaran diduga berasal dari fenomena kelistrikan.
Peristiwa itu terjadi di ruang panel listrik Stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 1, Kecamatan Gambir.
Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 20.23 WIB. Personel pemadam kemudian dikerahkan dari sektor dan pos terdekat. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.32 WIB dan memulai pemadaman dua menit kemudian.
Sebanyak 15 unit kendaraan pemadam kebakaran dengan kekuatan 60 personel diterjunkan untuk mengendalikan api. Kobaran berhasil dilokalisasi pada pukul 20.50 WIB, dilanjutkan proses pendinginan pukul 21.03 WIB. Operasi penanganan dinyatakan selesai pukul 21.15 WIB.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memastikan kebakaran tidak mengganggu perjalanan kereta api dari maupun menuju Stasiun Gambir.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan petugas langsung berkoordinasi dengan unit terkait dan pemadam kebakaran setelah menerima informasi kejadian.
Dalam proses penanganan, petugas memanfaatkan fasilitas hidran di sekitar peron jalur 1 dan jalur 4. Asap dari lokasi kebakaran sempat mengarah ke jalur 1, tetapi menurut KAI tidak berdampak terhadap kelancaran operasional perjalanan kereta.
KAI menyatakan akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus meninjau aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di lingkungan stasiun.
Namun, dugaan gangguan kelistrikan yang menjadi pemicu kebakaran perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Terlebih, area stasiun tidak hanya menjadi tempat pergerakan penumpang, tetapi juga menampung aktivitas komersial yang membutuhkan sistem instalasi listrik dan perlindungan kebakaran yang memadai.
Pemeriksaan terhadap panel listrik, jaringan instalasi, sistem deteksi dini, akses evakuasi, hingga kesiapan perangkat pemadam menjadi bagian penting dalam evaluasi keselamatan.
Hingga Minggu (8/11/2026), belum terdapat keterangan resmi yang memastikan penyebab teknis kebakaran maupun hasil pemeriksaan instalasi listrik di lokasi.
Publik juga membutuhkan penjelasan mengenai hasil evaluasi keselamatan, termasuk langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di fasilitas transportasi umum.
(Bet)















