Polemik

Pelayanan Administrasi KK,KTP di Kecamatan Pacet Menuai Konflik Dengan Masyarakat

111
×

Pelayanan Administrasi KK,KTP di Kecamatan Pacet Menuai Konflik Dengan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Hallonusantara.com || CIANJUR – Dalam rangka mewujudkan penyelenggaran pelayanan publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintah yang baik, dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan, setiap penyelenggaraan pelayanan wajib menetapkan standar pelayanan.

Standar pelayanan tersebut wajib dilaksanakan oleh penyelenggara/pelaksana pelayanan dan sebagai acuan dalam penilaian kinerja pelayanan oleh pimpinan penyelenggara, aparat pengawasan dan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Berbeda yang terjadi dua orang kakak beradik Sindi Tamara(24) dan Erni Restiani(32) erte 02/05 Kampung Nagrok Desa Ciputri Kecamatan Pacet, Kamis (22/08/2024) warga yang akan mengurus kepentingan administrasi di kecamatan Pacet oknum operator untuk pelayanan KK,KTP, dan yang lainnya berujung terjadinya cekcok mulut yang tidak pantas yang di lakukan oleh seorang yang di tunjuk untuk melayani masyarakat. Sabtu (24/08/2024).

Erni Restiani saat di wawancara oleh pihak media di rumahnya mengatakan “Adik saya datang ke Kecamatan Pacet,karena orang tua kami sekarang dalam keadaan sakit parah, maksud dan tujuannya untuk memperbaharui KK dan KTP di kecamatan untuk bisa membikin BPJS karna orang tua kami tidak bisa jalan sampai gemetar atas arahan atau di konfirmasi dulu ke pihak erte untuk di urus dulu ke operator yang ada di ke kecamatan Pacet,” jelasnya.

“Setelah dari sana,pihak pelayanan Kecamatan Pacet dan pelayanan Kecamatan Pacet itu melayani tidak baik terus dengan omongan yang kasar,dengan penjelasan yang tidak jelas operator atau pelayanan Kecamatan yang sangat tidak patut untuk di contoh,sampai sakit hati lah dengan omongan pelayanan Kecamatan Pacet itu, akhirnya sampai  emosi sampai terjadi pihak kantor itu pada keluar semua akhirnya adik saya dikeroyok sama pihak operator kantor itu dengan kata-kata dan semua pada keluarlah dikarenakan adik saya merasa takut akhirnya balik ke rumah saya menceritakan apa yang terjadi kantor kecamatan,” ucapnya.

“Dari situ saya sih sebenarnya enggak terlalu percaya karena takutnya adik saya kan lagi keadaan sensi atau gimana gitu, enggak terlalu percaya dengan ceritanya, nah akhirnya saya balik Kecamatan Pacet di situ saya enggak langsung ngomong ke pelayanan Kecamatan Pacet,saya memperhatikan  pengin tahu bener nggak sih apa yang ceritain semua itu benar dari adik saya, setelah beberapa lama kebetulan tetangga saya yang dari saronggeng ada dan bertanya gimana sih pelayanan,ibuk itu pelayanan sangat tidak bagus dan masyarakat yang lain semua jawabannya kecut,” ujarnya.

“Dan penjelasannya juga kurang pasti,intinya kayak memaki-maki masyarakat makanya saya langsung nanya maksudnya apa ini pihak Kecamatan itu kan sebenarnya harusnya mengayomi masyarakat kenapa ini terjadi kayak gini adek saya sampai nangis-nangis ngadu sama saya, terjadilah cekcok malahan sampai ada orang yang tadinya enggak tahu apa-apa ikut campur dalam hal itu padahal kan mereka enggak tahu asal-usulnya seperti apa itu orang yang ikut campur kayak anak PKL anak sekolah PKL enggak  sekolah dari mana,serta yang lainnya juga ikut kalau nggak salah ada lagi laki-laki pakai baju kaos hitam merah,” imbuhnya Erni.

Lanjut Erni, “Dan ibuk yang pakai baju batik itu dengan nada tinggi, sekarang harus orangnya yang  bikin KTP harus orangnya langsung datang ke daerah Rawa Bango Kantor (Dukcapil)pembikinan KTP, saya katakan, ibu….!adik saya  telah menerangkan bapak saya dalam keadaan sakit  tidak bisa jalan itu harus dibawa ke dukcapil Kabupaten Cianjur tidak memungkinkan untuk bisa datang langsung, terus dia nanya ibu yang pakai baju batik itu nanya ini arahan dari siapa dibawa ke Kecamatan, saya udah menjelaskan arahan dari pihak RT setempat harus ke Kecamatan enggak harus ke Cianjur,” katanya.

“Sekarang mah peraturan baru, nanti saya kasih tahu erte nya langsung, sekarang itu bikin memperbarui KTP tidak bisa ke Kecamatan dengan nada suara tidak mencerminkan se-seorang tidak ada senyum sedikitpun,” ungkapnya.

Deki Afrizal Sekdes Desa Ciputri saat di hubungi melalui sambungan WhatsApp mengatakan.

Dan kemarin juga dari pihak kecamatan ada yg laporan ke saya,benar itu mah antara yg bersangkutan dengan operator kecamatan Pacet.

Senada dengan Zezen Kasi PP Kecamatan Pacet saat di hubungi melalui sambungan WhatsApp mengatakan, “Itu petugas dukcapil, sama anak sekolah/PKL, bukan orang kecamatan, emang kejadian kemarin ada mis, tapi udah diselesaikan,” pungkasnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses