Hallonusantara.com || CIANJUR — Pendidikan Politik (Dikpol) Partai Golkar Kabupaten Cianjur Tahun 2025 digelar di Hotel Telaga Biru, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini tidak sekadar seremoni kaderisasi, melainkan menjadi forum serius konsolidasi internal untuk menjaga daya hidup mesin politik Golkar pasca-Pemilu 2024 dan menatap kontestasi politik nasional serta daerah ke depan.
Dikpol tingkat kabupaten ini dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, kader dari seluruh kecamatan, serta perwakilan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Agenda utama menekankan penguatan kapasitas kader, disiplin organisasi, serta soliditas gerakan hingga ke akar rumput.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin, menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini bukan sekadar berbicara target elektoral, melainkan memastikan performa dan stabilitas mesin partai tetap berjalan konsisten.
“Golkar harus tetap stabil. Mesin partai tidak boleh berhenti. Tugas saya menjaga emosi, energi, dan performa kader agar Golkar tetap hidup dan bekerja, bukan hanya menjelang pemilu,” tegas TB Mulyana di hadapan peserta Dikpol.
Ia menambahkan, pembahasan target politik bersifat internal dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, Golkar Cianjur saat ini masih berada pada fase konsolidasi pasca-Pilkada 2024.
“Berbicara target itu konsumsi internal dan prosesnya panjang. Sekarang belum waktunya. Fokus kita menjaga performa setelah Pilkada 2024. Evaluasi dan pembahasan target baru akan intensif dilakukan sekitar akhir 2026 hingga 2028,” ujarnya.
TB Mulyana juga menegaskan bahwa seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkiprah, baik di level legislatif maupun struktural partai.
“Golkar membuka ruang yang setara. Semua kader diberi kesempatan yang sama, tetapi harus ditempuh melalui proses, disiplin, dan kerja nyata. Tidak instan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttakin, menekankan pentingnya menjaga momentum kemenangan dan solidaritas internal, mengingat siklus Pemilu berikutnya masih terbentang beberapa tahun ke depan.
“Momentum Pemilu masih berjalan sekitar tiga tahun lagi. Justru inilah waktu krusial untuk mempersiapkan diri dari awal. Apa yang dilakukan Golkar Cianjur melalui Dikpol di tiap Dapil adalah langkah strategis,” ujar Daniel.
Ia menyatakan optimisme bahwa Golkar Cianjur mampu mempertahankan kekuatan politiknya apabila konsisten menjaga soliditas dan memperkuat kerja di tingkat akar rumput.
“Kunci kemenangan ada pada solidaritas dan kerja nyata di bawah. Jika itu dijaga, Golkar akan tetap menjadi pilihan terbaik masyarakat Cianjur,” tegasnya.
Terkait wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah, Daniel menjelaskan bahwa berbagai opsi tengah dikaji di tingkat nasional, termasuk kemungkinan pemilihan melalui legislatif. Namun, ia menegaskan bahwa Golkar akan mengikuti setiap keputusan negara demi stabilitas demokrasi.
“Banyak variabel yang dipertimbangkan, mulai dari biaya politik yang tinggi hingga potensi konflik horizontal. Pemerintah dan DPR sedang mencari formula terbaik. Apa pun sistemnya nanti, Golkar siap mengikuti demi kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Daniel memastikan, Golkar tetap menyiapkan kekuatan legislatif sebagai fondasi utama, sembari menunggu kepastian sistem pemilu eksekutif ke depan.
Kegiatan Dikpol ini menjadi penegasan bahwa Partai Golkar Cianjur memilih jalur konsolidasi, disiplin, dan kerja berkelanjutan, bukan euforia sesaat, sebagai strategi menjaga eksistensi dan kekuatan politik jangka panjang.
(Bet)













